Petani Bumi Asih, Kelumpang Selatan, Rohim, Senin, mengatakan, hektaran tanaman padi yang siap dipanen, hanya dalam beberapa hari ludes diserang hama tikus.
"Hanya beberapa malam saja, padi yang telah menguning itu tiba-tiba rata dengan tanah, karena serangan hewan pengerat," katanya.
Tikus-tikus tersebut bukan hanya menyerang tanaman padi yang telah berisi, tetapi juga 'membabat' habis padi yang baru saja ditanam.
serangan hama tikus itu tidak dapat dikendalikan, baik dengan cara diberi racun atau memasang jebakan di lubang-lubang yang menjadi rumah tikus.
"Jika kita memasang racun atau jebakan, serangan itu akan semakin menjadi-jadi," ujar Rohim.
Akibat serangan hama tikus itu, Rohim mengaku menderita kerugian jutaan rupiah.
Selain hama tikus, tanaman padi warga asal Lamongan, Jawa Timur, itu juga diobrak-abrik oleh hama babi.
Rochmad yang mengaku menanam sekitar 12 hektare tanaman padi unggul tersebut, hanya memperoleh sekitar 180 zak (isi sekitar 40 kg per zak).
"Tanaman padi yang sempat dipanen hanya sekitar 50 persen, sementara 50 persen yang lainnya rusak diserang hama," katanya.
Menurut Sugeng, hampir setiap malam tikus dan babi-babi itu merusak tanaman padi. Ia juga merugi jutaan rupiah.
Kepala Dinas Pertanian setempat, H Zuhairil Anwar MM, hingga saat ini belum berhasil dikonfirmasi terkait dengan merebaknya serangan hama tikus di wilayah kerjanya.
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.