Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, diyakini akan mampu memasok rumput sebagai pakan ternak ke luar daerah melalui pengembangan tanaman rumput unggul yang telah dilakukan sejak 2007.



Menurut Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura Peternakan dan Perikanan setempat, Tuhalus di Paringin, ibu kota Balangan, Jum'at, potensi pengembangan rumput unggul yang dimiliki seluas 33.000 hektar.


"Hasil budi daya tersebut bukan hanya akan dapat memenuhi kebutuhan pakan ternak di dalam daerah tetapi bisa untuk memasok kebutuhan pakan hingga ke luar daerah," ujarnya.


 Ia mengatakan, dari potensi seluas 33.000 hektar tersebut telah dilakukan pengembangan budi daya rumput unggul pada lahan seluas 318 hektar.


"Program pengembangan budi daya rumput unggul tersebut dilakukan sebagai penjamin terhadap ketersediaan pakan dan keberlangsungan populasi ternak," katanya.


Melalui pengembangan budi daya tersebut, bukan hanya berimbas pada keberlangsungan populasi ternak tapi juga berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat.


Hal tersebut sangat mungkin karena sebagian lahan pengembangan tersebut status kepemilikannya adalah hak milik masyarakat, yaitu seluas 12 hektar dari total keseluruhan seluas 318 hektar, sedang sisanya milik pemerintah daerah setempat.


Lahan pengembangan rumput unggul milik pemerintah daerah setempat dikelola oleh Dinas PTPHPP sedang milik masyarakat dikelola oleh masing-masing peternak dengan pembinaan dari Petugas Penyuluh Lapangan (PPL).


"Pembinaan yang diberikan meliputi pemberian pengetahuan tentang teknik dan tata cara penanaman, pemotongan hingga pemotongan rumput unggul tersebut," tambahnya.


Selain itu, masyarakat yang memiliki lahan potensial dan mau membudidayakannya juga diberikan bibit unggul secara cuma-cuma.


Potensi pengembangan rumput unggul yang seluas 33.000 hektar tersebut bila mampu tergarap seluruhnya akan bisa memenuhi ketersediaan pakan untuk 45.000 ekor sapi.


Namun untuk melakukan pengembangan secara keseluruhan diperlukan dana dan dan waktu serta penerapan tekhnologi sehingga harus dilakukan bertahap, demikian Tuhalus./adi/B




Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026