Pemanfaatan pekarangan ditanami sayur dan buah-buahan dengan harapan hasilnya dikonsumsi para keluarga itu sendiri dan khusunya oleh ibu hamil sehingga berdampak pada kesehatan ibu dan bayi yang dikandungnya
Batulicin (ANTARA) - Pemerintah Daerah Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, menggagas program Pemanfaatan Pekarangan Rumah Sadar Gizi (Paparazi) untuk menakan angka kekerdilan di kabupaten setempat.

Bupati Tanah Bumbu H. Sudian Noor, di Batulicin, mengatakan, sasaran inovasi program "paparazi" adalah para keluarga dapat memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanami sayur dan buah-buahan.

"Pemanfaatan pekarangan ditanami sayur dan buah-buahan dengan harapan hasilnya dikonsumsi para keluarga itu sendiri dan khusunya oleh ibu hamil sehingga berdampak pada kesehatan ibu dan bayi yang dikandungnya," katanya.

Baca juga: Pemerintah daerah cegah kekerdilan melalui KRPL

Dia mengatakan, kalau kebutuhan gizi di setiap keluarga dapat terpenuhi secara mandiri maka setiap keluar ikut membantu program pemerintah untuk menekan angka kekerdilan di Kabupaten tersebut.

Berdasarkan data yang disampaikan oleh Pemantauan Status Gizi (PSG) selama periode 2015 hingga 2017, angka PSG di Kabupaten Tanah Bumbu cenderung mengalami penurunan. Hal tersebut berarti program atau upaya penurunan angka kekerdilan semakin baik.

Bupati berharap program "paparazi" bisa diterapkan dilingkungan tempat tinggal seluruh keluarga dan khususnya bagi ibu hamil sehingga setiap hari asupan gizi mereka tercukupi dan bayi yang lahir tidak "stunting" atau kerdil.

Kepala Puskesmas Batulicin, drg S Puji Lestari menambahkan, salah satu faktor penyebab anak menderita stunting yaitu kurangnya asupan gizi disaat ibu sedang hamil.

Baca juga: Tanah Bumbu menjadi percontohan penanganan kekerdilan

"Sasaran inovasi paparazi ini adalah pekarangan rumah ibu hamil ditanami sayur dan buah-buahan, dengan harapan hasilnya dikonsumsi oleh ibu hamil sehingga berdampak pada kesehatan ibu dan bayi yang dikandungnya," ujarnya.

Menurut Puji, apabila program ini bisa berjalan dengan baik, akan banyak manfaat yang dapat dirasakan bagi masyarakat, salah satunya mempermudah masyarakat untuk mendapatkan bahan pangan bergizi untuk di konsumsi keluarganya.

"Dapat mengurangi pengeluaran keluarga, mendapatkan pengetahuan tentang jenis-jenis makanan bergizi bagi keluarga, meningkatkan pendapatan keluarga , dan meningkatkan status gizi keluarga," pungkas.

Baca juga: Pemkab Hulu Sungai Utara fokus atasi kekerdilan

Pewarta: Sujud Mariono
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026