Martapura (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, mendorong pengembangan budidaya ikan papuyu secara terintegrasi melalui inovasi "Papuyu Smart" untuk meningkatkan produktivitas dan perekonomian masyarakat di kabupaten itu. 

 

Inovasi itu diluncurkan Bupati Banjar Saidi Mansyur yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ikhwansyah didampingi Kepala DKPP Kabupaten Sipliansyah Hartani di Kota Martapura, Jumat. 

 

"Papuyu Smart merupakan salah satu langkah nyata untuk mentransformasi tata kelola Kampung Budidaya Papuyu, sehingga semakin berkembang dan lebih mensejahterakan masyarakat di lingkungan sekitar," ujar Ikhwansyah. 

 

Menurut dia, pemerintah daerah terus mendorong tata kelola pemerintahan dan pembangunan yang efektif, inovatif, kolaboratif, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi termasuk bidang perikanan.


Baca juga: Pemkab Banjar kampanyekan pangan sehat dan gemar makan ikan melalui Festival B2BA
 

Ikhwansyah menjelaskan Papuyu Smart tidak hanya membangun pola kerja dan kolaborasi, tetapi dilengkapi aplikasi digital sebagai instrumen pendukung pengelolaan data dan pemantauan kegiatan budidaya, indikator kinerja, serta penyediaan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan.

 

"Penerapan sistem diharapkan mampu membuat data budidaya lebih tertata dan akurat, mempercepat koordinasi dan pemantauan kegiatan, serta lebih memudahkan pembudidaya mendapat informasi yang dibutuhkan," ucapnya. 

 

Ikhwansyah juga mengajak seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait, ikut mendukung implementasi Papuyu Smart sesuai tugas maupun kewenangan masing-masing melalui data akurat yang sudah siap. 

 

"Penyuluh dan pendamping hendaknya memanfaatkan sistem sehingga bisa lebih memperkuat pendampingan, pembudidaya juga diharapkan menjadi pengguna aktif sekaligus memberikan masukan agar aplikasi sesuai dengan kebutuhan di lapangan," pesannya. 


Baca juga: 1,3 ton ikan papuyu dipanen di Karang Intan Banjar
 

Kepala DKPP Kabupaten Banjar Sipliansyah Hartani mengatakan, Papuyu Smart lahir dari gagasan pengembangan inovasi daerah yang sebelumnya telah dua kali meraih penghargaan inovasi daerah.

 

Menurut dia, inovasi disempurnakan dengan cara membangun ekosistem budidaya ikan papuyu yang saling terintegrasi dari hulu hingga hilir, mengingat masih terdapat potensi pengembangan belum terjangkau secara menyeluruh.

 

"Papuyu Smart mencakup seluruh rantai proses budidaya ikan papuyu, mulai dari pembenihan, pembesaran, pengolahan hasil panen hingga pemasaran berbasis digital yang saling terintegrasi," jelasnya.

 

Ia mengatakan, langkah komprehensif itu diharapkan dapat mengoptimalkan nilai ekonomi ikan papuyu yang juga dikenal sebagai salah satu komoditas ikan bernilai tinggi atau "ikan sultan" dan diminati masyarakat di wilayah Kalimantan.

 

Sipliansyah menyebut, keberlanjutan program akan diperkuat melalui pendampingan berkala kepada pembudidaya, pengembangan Kampung Papuyu, serta penyaluran bantuan sarana dan prasarana penunjang lainnya.

 

Dukungan terhadap inovasi itu juga diwujudkan Pemkab Banjar melalui komitmen membuka ruang diskusi terkait pendanaan dan alokasi anggaran untuk semakin memperkuat ekosistem pembudidayaan ikan lokal.

 

"Melalui penguatan sektor perikanan berbasis digital dan terintegrasi, kami berharap produktivitas dan nilai ekonomi budidaya ikan papuyu terus berkembang sehingga memberikan dampak peningkatan kesejahteraan masyarakat pembudidaya," katanya.



Pewarta: Yose Rizal
Editor : Mahdani

COPYRIGHT © ANTARA 2026