Kotabaru, (Antaranews.Kalsel) - Kelumpang Hilir, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, yang dijadikan salah satu daerah sentra pengembangan sapi potong mendukung program Kotabaru bertekad untuk berswasembada daging.
Camat Kelumpang Hilir Budi Antara, Senin, mengatakan, peternak di Kelumpang Hilir sangat serius mengembangkan ternah sapi potong, sehingga populasi sapi potong dari tahun ke tahun terus meningkat.
Kelumpang Hilir merupakan daerah yang sangat subur dan ditumbuhi rerumputan untuk pakan sapi yang cukup melimpah.
"Sehingga tidak ada kekhawatiran suplai pakan sapi akan kurang," ujarnya.
Budi menyampaikan terimakasih kepada perusahaan perkebunan kepapa sawit di wilayahnya, yang sudah memberikan izin kepada para peternak untuk menggembala sapi di areal perkebunan.
"Tidak itu saja, para peternak juga diijinkan untuk mengambil rumput di sana," jelasnya.
Ia berharap kepada pemerintah daerah memberikan bantuan bibit sapi, baik sapi lokal ataupun dari luar daerah.
Sebelumnya, Kepala Bidang Pengembangan Ternak Dinas Peternakan Kotabaru, Sugiwan, menjelaskan, Pemkab Kotabaru akan memberikan bibit kepada peternak dan memberikan pembinaan intensif kepada kelompok peternak agar mampu melakukan pembiakan ternak secara baik.
"Pengadaan bibit sapi unggul tersebut dapat dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah, untuk pemerintah melalui dana APBD Kabupaten, APBD provinsi dan APBN melalui bantuan sosial," terangnya.
Sedangkan pengadaan bibit yang dilakukan masyarakat, melalui para pedagang sapi dan kelompok-kelompok petani dan peternak yang tersebar di 20 daerah kecamatan di Kotabaru.
Rata-rata jumlah bibit sapi yang didatangkan oleh pemerintah dan masyarakat berkisar 500 ekor per tahun.
"Sementara kebutuhan ternak sapi di Kotabaru sekitar 2.000-3.000 ekor pertahun," ujarnya.
Dan daerah hanya mampu mensuplai sekitar 60 persen dari kebutuhan tersebut, sehingga Kotabaru masih harus mendatangkan sekitar 40 persen dari kebutuhan.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.