Tanjung (ANTARA) - Dewan Pimpinan Daerah Juru Sembelih Halal (Juleha) Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan memberikan pelatihan para Juleha berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia  (SKKNI) untuk  meningkatkan kompetensi para juru sembelih.

Ketua DPD Juleha Kabupaten Tabalong Ustadz Ratoni Helmi mengatakan mengingat pentingnya jaminan produk halal bagi masyarakat  diperlukan juru sembelih yang  paham syariat dan  kompeten secara teknis sesuai standar nasional.

"Pelatihan ini  komitmen   kami dalam mendukung visi Tabalong SMART, khususnya pada pilar Agamis dan Sejahtera," jelas Ustadz Ratoni, Sabtu.

Peserta pelatihan mencakup   pengurus masjid, petugas Rumah Potong Hewan (RPH), pelaku usaha pemotongan hewan, dan anggota Yayasan Jagal Ganteng Syariah (JGS) se-Kabupaten Tabalong.

Termasuk peserta (juru sembelih) dari Kabupaten Hulu Sungai Utara dan Hulu Sungai Tengah  mendapatkan wawasan terkait syariat Islam  dan menyiapkan alat penyembelihan.

Materi pelatihan disampaikan oleh Ketua DPD Juleha Tabalong Ustadz Ratoni, Sekjen  DPP PJSH, Instruktur level IV & Asesor BNSP Ustandz Toosy Muhamad Gustidar dan Ustadz Zulfahmi Haitami (Waket DPD  Juleha Tabalong).

Kabid Peternakan dan Keswan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian  Kabupaten Tabalong drh Suwandi mengatakan kegiatan ini sangat selaras dengan komitmen dinas dalam  memberikan jaminan kehalalan dan ke-thayyiban daging pada proses pemotongan hewan kurban.

"Keterampilan juru sembelih  sangat strategis dalam  memastikan daging kurban aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH)," jelas Suwandi.

Baca juga: Serikat buruh Tabalong sampaikan enam tuntutan di May Day

Suwandi menyebutkan hasil  pendataan stok hewan kurban dari para  peternak dan pengumpul/pengusaha ternak  jumlah sementara  sapi 1.190 ekor, kerbau 28 ekor, dan kambing 328 ekor.

Bupati Tabalong H Muhammad Noor Rifani dalam sambutan tertulisnya mengatakan kehadiran  juru sembelih halal yang kompeten, terlatih, dan tersertifikasi menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan.

"Melalui pelatihan  ini  peserta dapat memahami dan menerapkan tata cara penyembelihan  sesuai  syariat Islam serta   standar kompetensi   secara nasional," jelas Kabag Kesra H Hamrani saat membacakan sambutan tertulis bupati.

Baca juga: Petani Tabalong bisnis bibit sayuran dengan omset Rp30 juta per bulan

Selain itu, pelatihan ini juga menjadi bagian penting dalam mendukung proses sertifikasi halal, termasuk untuk tempat potong unggas. 



Pewarta: Herlina Lasmianti
Editor : Sukarli

COPYRIGHT © ANTARA 2026