Masuknya investor asal China, yang akan membangun pabrik semen di Desa Saradang Kecamatan Haruai, Tabalong terus menuai kritikan.    

Jika Rabu lalu, lokasi pembangunan pabrik semen diblokir warga karena dituding melakukan pencemaran lingkungan, giliran keberadaan puluhan tenaga kerja asing di lokasi proyek menjadi sorotan kalangan LSM    

"Tenaga kerja asing yang  bekerja di PT Conch kemungkinan banyak yang ilegal pasalnya jumlah yang dilaporkan ke kepolisian hanya 8 orang, faktanya mencapai 20 orang lebih," ujar aktifis forum komunikasi pemuda masyarakat Tabalong. Rusmadi, Kamis di Tanjung.

Karena itu ia meminta Pemkab Tabalong bisa melakukan pengawasan terhadap keberadaan tenaga asing di Tabalong khususnya yang bekerja di perusahaan semen milik China ini.    

Terpisah Kabid pengawasan, Disnakertrans Tabalong, Hary Pamudianto mengatakan jumlah tenaga kerja asing yang dilaporkan sebanyak 4 orang dan 8 orang warga negara Indonesia.

"Laporan yang masuk sejak mulai beroperasinya PTConch, Mei 2012 tercatat 4 orang tenaga kerja asing dan 8 orang warga negara Indonesia, soal fakta di lapangan kita akan melakukan inventarisasi ulang," jelas Hary.

Dari laporan tertulis yang dibuat pihak perusahaan semen, kebutuhan tenaga kerja 12 bulan ke depan sejak mulai beroperasinya mencakup 120 tenaga mekanik enginering dengan rincian 90 orang warga negara Indonesia dan 30 tenaga kerja asing.   Teknik listrik sebanyak 200 orang terdiri atas 160 warga negara Indonesia dan 40 orang tenaga kerja asing.   

 Ironinya, disnaker sendiri belum tahu persis jumlah naker asing yang sekarang bekerja di lokasi pembangunan pabrik semen.

"Kebutuhan tenaga kerja untuk pabrik semen memang cukup besar jadi kemungkinan sudah terjadi penambangan karena terhitung sejak awal beroperasi hingga saat ini mencapai 10 bulan," tambah Hary.   

 Sementara itu Disnakertrans juga masih terkendala minimnya PNS yang berstatus pengawas dan penyidik tenaga kerja.  

 "Hanya ada satu pengawas tenaga kerja yang kita miliki sehingga jadi kendala dalam melakukan penyidikan ke lapangan, " ucapnya lagi.

Pewarta: herlina lasmianti
Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026