Barabai, (Antaranews Kalsel) - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mengadakan syukuran atas diraihnya Adipura yang dikemas dalam bentuk shalat hajat bersama dan pelepasan tiga orang pasukan kuning atau petugas kebersihan yang telah terpilih untuk berangkat Ibadah Umrah di Pendopo Bupati HST, Kamis (14/2).

Plt Kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Muhammad Yani menerangkan, mereka yang terpilih berangkat umrah adalah Syamsudinor (50) dari Desa Birayang Timur, Abdussyaid (45) dari jalan Keramat Manjang dan Satariansyah (32) warga Desa Banua Hayar.

"Tiga orang dari pasukan kuning yang beruntung mendapatkan umrah itu diundi saat puncak peringatan hari jadi Kabupaten HST ke 59 tahun 2018," katanya.

Dia mengungkapkan, sesuai jadwal keberangkatan adalah pada hari Minggu (17/2) sekitar pukul 5.30 wita dari bandara Syamsudinnor menuju Tanah Suci.

"Penghargaan Adipura ke enam ini sengaja tidak di arak keliling kota namun lebih dikemas dalam bentuk syukuran saja," katanya.

Oleh karena itu, dilaksanakan shalat hajat dengan mengundang para ulama dan tokoh masyarakat.

Ditambahkannya, pasukan kuning yang berjumlah 210 orang juga akan mendapat kenaikan gajih dari semula Rp 1,2 juta menjadi Rp 1,5 juta serta gajih ke tiga belas.

Plt Bupati HST H A Chairansyah dalam sambutannya mengatakan, pasukan kuning yang diberangkatkan umrah adalah sebagai tanda perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap peran mereka yang setiap hari membersihkan lingkungan dan tata kota.

"Semoga Ikhlas dalam bekerja dan bisa memberi semangat bagi kawan kawan pasukan kuning lainnya dalam menjalankan tugas yang tidak mengenal lelah baik siang maupun malam hari," ujarnya.

Dia juga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap menjaga kebersihan lingkungan terutama bantaran sungai di wilayah perkotaan, agar piala adipura dapat dipertahankan apalagi nantinya kemungkinan besar penilaian lebih ketat.

"Semoga kesadaran masyarakat semakin tinggi dan bertambah dengan diraihnya penghargaan adipura yang ke enam kali ini," harapnya.

Baca juga: Rimpi pisang dari HST dipasarkan sampai ke Timur Tengah
Baca juga: Pemkab HST studi pengembangan budaya dan pariwisata Ke Tomohon
Baca juga: HST memerlukan alat pendeteksi banjir

Pewarta: M. Taupik Rahman

Editor : Gunawan Wibisono


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2019