Barabai, (Antaranews Kalsel) - Akibat hujan deras sejak senin malam tadi mengakibatkan sungai Barabai meluap dan menghanyutkan sampah-sampah kayu bambu yang tersendat di proyek pembangunan jembatan Siring Joewita dan menyebabkan pipa besi penahannya patah di sungai.

Petugas gabungan dari pasukan kuning, Tagana, BPBD, Gabungan Balakar, Tim SAR, TNI POLRI dan masyarakat sekitar terjun ke sungai bahu-membahu membersihkan tumpukan kayu-kayu dan sampah tersebut sejak malam hingga siang, Selasa (22/1).

Salah seorang warga setempat Agus menjelaskan, bahwa sampah dan rumpun bambu itu sudah tampak memenuhi sungai sejak magrib tadi malam.

"Pohon besar yang sangkut di pipa proyek jembatan di tengah sungai itu membuat tumpukan sampah tidak bisa hanyut sehingga menumpuk," katanya.

Menurutnya, kalau tidak segera dibersihkan takutnya bisa menerjang beberapa rumah yang berada di pinggir sungai.

Salah satu anggota TNI dari Kodim 1002 Barabai Serda Abdul Wahid yang ikut gotong royong menyampaikan tumpukan sampah rumpun bambu dan kayu-kayuan itu terhalang oleh pipa besi yang rencananya akan digunakan untuk pembuatan jembatan.

"Makanya kami bersama warga dan instansi terkait langsung membersihkan agar aliran dapat mengalir dengan normal untuk menghindari bencana banjir," katanya.

Baca juga: Motivasi ASN, Sekda janji akan naikkan tunjangan kinerja
Baca juga: Pengurus KONI HST resmi dilantik dan diharapkan mampu tingkatkan prestasi olahraga
Baca juga: Video - Masyarakat kurang mampu justru selalu tepat waktu bayar listrik

Pewarta: M. Taupik Rahman

Editor : Gunawan Wibisono


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2019