Kotabaru, (Antaranews Kalsel) - Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, mengalami penurunan hingga 14.440 jiwa atau sekitar 4,38 persen.

Tim Nasional Percepatan Penaggulangan Kemiskinan (TNP2K), Bambang Darsono di Kotabaru, Selasa, mengatakan penurunan jumlah penduduk miskin di Kotabaru tersebut terjadi tahun 2017.

"Jumlah itu turun dibanding tahun 2016 yang sebanyak 14.780 orang atau 4,56 persen dari total penduduk. Sementara pada 2015, jumlah penduduk miskin sebanyak 14.720 jiwa atau 4,62 persen," katanya.

Penurunan angka kemiskinan ini memang terlihat tidak signifikan. Menurut Bambang, hal itu karena tingkat kemiskinan di Kabupaten Kotabaru sudah relatif rendah.

"Ibaratnya 4,38 persen itu tinggal "kerak", tapi justru itu yang sulit untuk ditekan lagi," ujarnya.

Jumlah penduduk miskin didapat dengan mengacu pada garis kemiskinan yang ditetapkan Badan Pusat Statistik (BPS).

Pada 2017, penduduk Indonesia dikategorikan miskin jika pendapatan tidak memenuhi tingkat minimum untuk memperoleh standar hidup yang cukup, yakni sebesar Rp384.977 perjiwa perbulan.

Di antara 13 kota dan kabupaten di Kalimantan Selatan, Kotabaru berada di urutan keenam tingkat kemiskinan terendah.

Bambang mengataka,n angka kemiskinan berbanding lurus dengan anggaran yang digelontorkan pemerintah daerah untuk program-program pengentasan kemiskinan.

"Seperti Kabupaten Banjar, alokasi belanja kesejahteraan paling tinggi, sehingga angka kemiskinannya paling rendah di Kalsel," ujarnya.

Untuk semakin menekan angka kemiskinan, pemerintah daerah harus meningkatkan porsi anggaran pada program-program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Program itu dikelompokkan menjadi tiga jenis, yakni bantuan sosial yang meliputi program keluarga harapan (PKH), beras sejahtera (rastra), dan bantuan pangan nontunai, jaminan kesehatan nasional (JKN), serta bantuan pemberdayaan ekonomi.
 

Pewarta: Imam

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2018