Barabai, (Antaranews Kalsel) - Momentum Festival Banjar 2018 yang berlangsung di Ibukota Jakarta dan dihadiri juga sebanyak 14 perwakilan Duta besar (Dubes) Negara tetangga dimanfaatkan jajaran Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) untuk menyampaikan save Meratus pelestarian alam.

Plt Bupati HST melalui Kabag Humas M Ramadlan, Senin (2/7) di Barabai menyampaikan selain mempromosikan budaya dan kuliner warga Bumi Murakata, pihaknya juga memberikan pesan kepada dunia bahwa warga HST komitmen menjaga alam dan tidak mengekploitasinya dari pertambangan batu bara dan perkebunan sawit.

Saat pembukaan festival di Taman Ismail Marzuki, Plt Bupati bersama istrinya dan warga HST juga mengarak foto-foto berisi pesan pelestarian Meratus serta memakai kaos bertuliskan save Meratus pada karnaval budaya Banjar yang berlangsung di car free day Bundaran HI (1/7).

Menurutnya pertambangan lebih banyak mudharatnya daripada manfaat  terhadap satu-satunya hutan Meratus yang masih perawan di Kalsel ini.

Termasuk juga ancaman bencana longsor,  banjir dan pencemaran lingkungan yang dampaknya tidak hanya di rasakan oleh warga HST tetapi juga warga Kalsel pada umumnya.

Selain itu ujar Ramadhan aksi yang dilakukan sebagai upaya menggugah para petinggi negara di tingkat pusat dan nasional agar dapat membuat kebijakan yang berpihak untuk membela kelestarian alam Meratus sebagai warisan dunia yang masih tersisa.

"Harapannya adalah agar petinggi negeri ini pembuat keputusan di tingkat pusat dengan melindungi dan membebaskan HST dari pertambangan batubara dan ekspansi perkebunan sawit," katanya.

Sehingga Izin PKP2B di HST yang sekarang masih diproses dipersidangan dapat dicabut. HST telah bertekad kuat untuk mengembangkan sektor pertanian sebagai prioritas pembangunan.

 Dalam Festival Banjar ini HST juga menampilkan beragam kuliner yang menjadi kebanggaan diantaraanya kue Apam Barabai, kacang jaruk dan lain-lain yang diarak menggunakan jukung hias.  Selain itu pada saat pembukaan festival digelar acara aruh adat "Batandik" oleh warga adat Dayak Hantakan.

Pewarta: M. Taupik Rahman

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2018