Bunda PAUD Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Hj Neli Listriani menyampaikan, sebagai upaya pemerintah kota setempat menekan kasus stunting dari hulu mulai digerakkan peran strategis guru pendidikan anak usia dini (PAUD).
Neli saat kegiatan penguatan penanganan stunting bagi guru PAUD di Banjarmasin, Selasa, menyampaikan bahwa pendidik usia dini menjadi kunci dalam membentuk generasi sehat sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan sejak awal.
"Guru PAUD bukan hanya mengajar, tetapi berada di garis depan penanganan stunting melalui edukasi gizi, pola asuh, dan pemantauan tumbuh kembang anak sejak dini," ujarnya.
Baca juga: Pemkot Banjarmasin pra Musrenbang tematik turunkan stunting 2026
Dia menekankan, persoalan stunting di kota ini yang kasusnya masih di angka 26,5 persen tidak bisa ditunda karena berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Menurut dia pada kegiatan yang sekaligus memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 tersebut, anak yang sehat secara fisik dan mental akan lebih siap menerima pembelajaran dan berkembang optimal.
"Jika stunting ditangani sejak PAUD, kita sedang membuka jalan menuju pendidikan berkualitas dan masa depan kota yang lebih kuat," ujarnya.
Neli menyatakan, pemerintah mendorong kolaborasi antara pendidik, orang tua, dan pemangku kepentingan agar intervensi stunting lebih tepat sasaran.
Baca juga: Banjarmasin kolaborasikan tiga pilar kelurahan tekan angka stunting
Selain itu, ucap dia, penguatan kapasitas guru PAUD juga diarahkan untuk mendukung program wajib belajar satu tahun pra sekolah di Banjarmasin.
Neli mengajak seluruh pendidik untuk tidak berhenti berinovasi dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan ramah anak.
“Kita ingin Banjarmasin menjadi kota yang benar-benar peduli pada tumbuh kembang anak, bebas stunting, dan unggul dalam pendidikan sejak usia dini," ujarnya.
Editor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2026