Ambon, (Antaranews Kalsel) - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku Bambang Pramasudi mengatakan, untuk meningkatkan kualitas uang beredar di masyarakat di Maluku Tenggara, khususnya Kota Tual dan Langgur, pihaknya melakukan kerja sama dengan BRI.

Namun, kata Bambang, nampaknya keberadaan BRI Langgur ini belum dioptimalkan oleh  perbankan setempatseperti BPD Maluku dan Maluku Utara,  Bank Mandiri, dan BNI.

Dia menjelaskan, bebebrapa waktu lalu, saat BI Maluku  melakukan kegiatan kas keliling di Kota Tual, ternyata ada permasalahan di perbankan terutama soal banyaknya uang lusuh di salah satu bank.

"Rupanya mereka belum bisa menyetor atau menukarkan ke kas titipan BI yang ada di bank BRI Tual. Hal ini disebabkan pihak bank BRI sendiri belum menata, mengikat, dan mengatur sehingga belum siap untuk disetor," ujarnya.

Hal itu terjadi karena perbankan di Kota Tual kekurangan tenaga penyortir, padahal BI Maluku sudah memberikan subsidi berupa gaji untuk tenaga teler satu orang, dan juga biaya alat-alat tulis kantor, air, listrik, dan sebagainya.

"Tiap bulan BI selalu memberikan subsidi, tetapi mereka masih menggunakan dana masing-masing. Kami sudah memberitahukan agar subsidi itu dimanfaatkan," katanya.

Ia menambahkan, masalah lainnya adalah masyarakat banyak ingin menukar uang lusuh dengan yang baru harus dapat dilayani, dan karena itu disarankan untuk membuka layanan secara bergantian.

Misalnya, hari Senin BRI, Selasa Bank Mandiri, Rabu BNI, Kamis BPD Maluku/Maluku Utara, dan kembali ke BRI pada hari berikutnya.

"Itu yang diharapkan agar masyarakat yang mau menukar sudah ada jadwalnya. Bulan depan BI Maluku juga akan melakukan kas keliling di Tual, dan waktunya akan disampaikan dan lokasinya agar masyarakat bisa menyiapkan uang yang akan ditukar," kata Bambang.

Pewarta: Shariva Alaidrus

Editor : Asmuni Kadri


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2017