Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan, mentargetkan kegiatan pekerjaan proyek yang dibiayai oleh APBD kabupaten setempat pada tahun 2012 dipercepat.


"Saya targetkan bulan April, Kotabaru sudah bisa mulai melakukan pelelangan proyek APBD 2012," kata Bupati Kotabaru H Irhami Ridjani, Kamis.

Biasanya, pelalangan proyek baru bisa dilakukan sekitar Juli-Agustus, bahkan ada yang tidak sempat dilelangkan.

Menurut Bupati, dengan dipercapatnya melakukan pelelangan proyek tersebut, semua kegiatan yang dibiayai oleh APBD 2012 dapat dilaksanakannya sesuai jadwal.

"Tidak seperti pada kegiatan APBD 2011 dimana, ada beberapa kegiatan ada yang tidak sempat dilelangkan, karena terbatasnya waktu," tambahnya.

Irhami mengemukakan, realisasi APBD 2012 hingga Desember tercapai sekitar 80 persen.

Salah satu penyebabnya tidak tercapainya hingga 100 persen, akibat terlambatnya waktu pelelangan, kurang profesionalnya para Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) serta tidak tersedianya bahan baku atau matrial semen.

Sementara itu, APBD Kotabaru pada 2011 ditetapkan sebesar Rp957,66 miliar.

Selain mempercepat pelelangan, Bupati juga meminta para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) memilih rekanan yang profesional, baik rekanan untuk melaksanakan proyek maupun konsultan pengawas.

"Karena ada konsultan pengawas yang tidak tahu dimana proyek yang diawasinya, itukan aneh, lantas selama ini kerja apa," tegasnya.

Bupati meminta masalah tersebut tidak terulang di masa-masa mendatang.

Dia berharap, realisasi APBD 2012 dapat mencapai 100 persen, untuk itu perlu semua pihak bekerja keras.

Ketua DPRD Kotabaru H Alpidri Supian Noor MAP, menegaskan, kondisi keterlambatan pelalangan APBD 2011 menjadi pelajaran bagi semua pihak, agar APBD 2012 yang ditetapkan Rp1,052 triliun tidak demikian adanya.

 Langkah pertama yang harus dilakukan bupati, melakukan evaluasi kinerja kepala SKPD atau PPTK yang menangani langsung kegiatan.

Selanjutnya, mempercepat proses lelang kegiatan lebih awal agar waktu pelaksanaan pembangunan bisa lebih lama tidak seperti APBD 2011./C/C

Pewarta:

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2012