Pemerintah Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, terus berupaya mendorong sektor UMKM untuk mengatasi warga miskin ekstrem di Kecamatan Pugaan dan Banua Lawas  guna meningkatkan pendapatan masyarakat sasaran.

Bupati Tabalong H Muhammad Noor Rifani merasa prihatin bahwa kabupaten yang kaya dengan sumber daya alam, khususnya tambang batubara, justru angka kemiskinannya masih tinggi.

"Saya minta sektor UMKM terus ditingkatkan karena Tabalong peringkat ketiga terbanyak warga miskin di Kalsel, padahal kaya dengan sumber daya alam," jelas Noor Rifani, Kamis.

Baca juga: Bupati Tabalong ingatkan penanganan kemiskinan mengacu data Silangkar

Kondisi ini harus menjadi perhatian semua pihak termasuk dunia usaha yang menanamkan investasinya di Tabalong.

Bagi Haji Fani (sapaan bupati) sektor UMKM bisa berkembang dengan dukungan permodalan  bunga nol persen bagi warga miskin yang ingin membuka wira usaha.      

Selain itu program CSR yang dijalankan Adaro dan mitra kerja juga bisa fokus pada peningkatan pendapatan masyarakat di wilayah ring satu operasional tambang batu bara.

"Sejumlah program sudah kita laksanakan untuk mengurangi pengeluaran warga di antaranya bantuan rasda, bela tani hingga layanan homecare," tambahnya.

Baca juga: Haji Fani sampaikan capaian program Tabalong Smart

Menurut Kepala Bapperinda Kabupaten Tabalong Arianto, jumlah warga miskin mencapai 800 KK di Kecamatan Pugaan dan Banua Lawas.

Arianto menyebutkan tiga  pendekatan utama harus dilakukan untuk atasi warga miskin ekstrem ini berupa pengurangan pengeluaran, peningkatan pendapatan dan  mengatasi kantong kemiskinan. 

"Harus ada kebijakan yang signifikan untuk atas kemiskinan dan yang cukup berat program  meningkatkan pendapatan warga miskin," jelas Arianto.  

Sebelumnya Pemkab Tabalong melaksanakan  pramusrenbang penghapusan kemiskinan ekstrem tingkat Kabupaten Tabalong tahun 2027 untuk mengoptimalkan keterlibatan lintas sektoral.
 

Pewarta: Herlina Lasmianti

Editor : Mahdani


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2026