Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan mendata ulang batas lahan terdampak program National Urban Flood Resilience Project (NUFReP) atau proyek ketahanan banjir perkotaan nasional di Sungai Veteran, Banjarmasin Tengah.
Wali Kota H Muhammad Yamin HR di Banjarmasin, Jumat, menyampaikan program NUFReP dari pemerintah pusat dilanjutkan tahun ini, dan pemerintah kota memiliki tanggungjawab untuk pembebasan lahan terdampak proyek tersebut.
Menurut Yamin, Pemkot Banjarmasin bersama tim teknis melakukan verifikasi lapangan guna mengetahui secara pasti titik-titik terdampak, baik dari sisi bangunan maupun fasilitas umum agar pelaksanaan program tidak menimbulkan konflik sosial di tengah masyarakat.
Baca juga: Pemkot Banjarmasin dan BWS tetapkan komitmen program NUFReP Sungai Veteran
"Kita tidak ingin proyek ini berhenti di tengah jalan hanya karena batas lahan tidak jelas. Maka hari ini kita lakukan pengukuran ulang di lapangan untuk memastikan wilayah mana saja yang akan terdampak langsung," ujarnya.
Yamin menyatakan, keterbukaan data menjadi kunci agar pelaksanaan proyek kelak berjalan tepat sasaran dan minim risiko.
Untuk itu, ungkap dia, Pemkot Banjarmasin menggandeng Badan Pertanahan Nasional (BPN) serta pihak TNI sebagai pemilik lahan guna menyamakan persepsi dan mempercepat penyelesaian administrasi.
Sinergi ini, lanjut Yamin, diharapkan mampu mempercepat tahapan pembangunan fisik tanpa mengabaikan aspek legalitas dan kepentingan masyarakat yang terdampak langsung di lapangan.
Program NUFReP sendiri ditargetkan rampung pada 2027 dan menjadi bagian dari sistem pengendalian banjir terintegrasi di Kota Banjarmasin.
Baca juga: Proyek NUFReP dinilai demi atasi banjir di Banjarmasin
Pemkot optimis, dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, proyek ini dapat segera beroperasi dan memberikan dampak nyata dalam mengurangi risiko genangan di kawasan permukiman warga.
Tahun 2026 ini, Pemkot Banjarmasin menyiapkan anggaran sebesar Rp42 miliar untuk program pembebasan lahan untuk kelanjutan program NUFReP di Sungai Veteran.
Diketahui, program NUFReF untuk perbaikan Sungai Veteran mulai dikerjakan pada 2024 itu dibantu Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III Kementerian Pekerjaan Umum RI pada tahap awal sepanjang 900 meter.
Normalisasi Sungai Veteran, yang dulunya kanal buatan zaman Belanda dan sempat yang pernah mati suri puluhan tahun karena tertutup bangunan warga tersebut, juga didukung Bank Dunia dengan target Rp1 triliun.
Editor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2026