Penyelesaian pembangunan  Rumah Sakit Kelua di Desa Pudak Setegal, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, sudah mencapai 80 persen dan ditargetkan beroperasi pada tahun 2026.

Bupati Tabalong H Muhammad Noor Rifani mengatakan rumah sakit ini nantinya bisa memberikan pelayanan kesehatan masyarakat di  wilayah Selatan "Bumi Saraba Kawa'" mencakup Kecamatan Kelua, Pugaan, Muara Harus dan Banua Lawas.

"Saat ini masuk  pekerjaan finishing seperti pemasangan keramik dan pengecatan dan progresnya mencapai 80 persen," jelas Noor Rifani saat meninjau lokasi pembangunan RS Kelua, Rabu.

Peninjauan bupati ke rumah sakit mulai dari bagian halaman depan,  ruang rawat inap hingga poliklinik didampingi konsultan pengawas Nasrullah,  Project Manager PT Wiratama Graha Raharja (pelaksana proyek) Eko Fredy Arianto, Camat Kelua Fariduddin dan Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kabupaten Tabalong, Taufik.

Baca juga: Dinkes Tabalong lanjutkan pembangunan RS Kelua

Untuk kebutuhan  SDM di RS Kelua, ujar Haji Fani, melalui program  beasiswa 1.000 sarjana,  kerjasama dengan ULM untuk mencetak tenaga dokter gigi maupun dokter umum.

Termasuk kerja  dengan  Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banjarmasin untuk SDM bidang keperawatan.

Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinkes Tabalong Taufik menjelaskan pembangunan lanjutan RS Kelua menggunakan dana  APBD Tabalong  2025 sebesar   Rp21 miliar.

Dana tersebut di antaranya untuk pembangunan halaman depan, penguatan gedung IGD, ruang poli klinik, penyelesaian bangunan rawat inap, rekam medis dan  menara air.

"Rencana akan kita bangun fasilitas tambahan yakni ruang operasi dengan dana APBD 2026," jelas Taufik.

Baca juga: Pemkab Tabalong targetkan pelayanan homecare 20.340 pasien
 

Rumah sakit tipe D  ini memiliki 10  ruang rawat inap, IGD, dua ruang isolasi dan ruang administrasi. 

Camat Kelua Fariduddin mengharapkan  Dinas Kesehatan segera menyiapkan fasilitas  pendukung agar rumah  sakit ini bisa dimanfaatkan warga baik di wilayah  Selatan maupun kabupaten  tetangga (Kalteng).

"Akses jalan perlu diaspal dan fasilitas pendukung rumah sakit juga harus disiapkan agar  bangunan yang ada bisa difungsikan," jelas Fariduddin
 
Pembangunan rumah sakit ini dilaksanakan sejak Desember 2019, namun sempat mangkrak karena pandemi  COVID-19  pada tahun 2022 yang menyebabkan penyelesaian pembangunan rumah sakit terhenti dan baru dilanjutkan tahun ini.

Pewarta: Herlina Lasmianti

Editor : Mahdani


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2025