Regulasi atau pengaturan dan pengawasan di Alur Barito harus ditingkatkan untuk menghindari terjadinya tabrakan tongkang batu bara dengan kapal sebagaimana yang terjadi sebelumnya, kata Komandan Lanal Banjarmasin Letkol Laut P Achmad Wibisono.



Danlanal yang dihubungi via telepon di Jakarta, Kamis mengatakan, kepadatan lalu lintas alur Barito harus mendapatkan perhatian lebih serius dari seluruh pihak terkait.

"Saat ini pengaturan yang dilakukan oleh Administrator Pelabuhan sudah cukup baik termasuk pemasangan rambu-rambu lalu lintas, tetapi dengan semakin padatnya lalu lintas di Alur akhir-akhir ini pengaturan harus lebih ditingkatkan," katanya.

Pengaturan tersebut antara lain adalah lokasi tambat tongkang batu bara yang kini belum teratur, terutama untuk tongkang yang sudah kosong, sering ditambat di sembarang tempat.

Kondisi tersebut, kata dia, semakin mempersempit lintasan di Alur Barito sehingga dikhawatirkan, tabrakan dan lainnya akan lebih mudah terjadi.

Menurut Wibisono, secara alami kondisi Alur Barito tidak mungkin di lebarkan, kalaupun bisa perlu biaya yang cukup besar dan pengerukan harus selalu dilakukan.

Salah satu cara untuk menghindari terjadinya tabrakan kapal dengan tongkang sebagaimana terjadi pada 2011 dan tahun-tahun sebelumnya, adalah dengan memperketat regulasi di alur.

Banyak nakhoda kapal yang mengabaikan petunjuk atau rambu-rambu yang telah disiapkan karena merasa telah menguasai medan, hal tersebut sangat membahayakan," katanya.

Kepala Administrator Pelabuhan Banjarmasin, Julianus The mengatakan sesuai arahan dari perhubungan, pihaknya telah menetapkan area parkir bagi tongkang batu bara yaitu di sekitar Pulau Kaget dan Pelabuhan Trisakti.

"Namun banyak nakhoda kapal tidak mematuhi aturan tersebut," katanya. 

Selain itu, kata dia, bila disetujui oleh  Kementerian Perhubungan, pihaknya akan menambah peralatan untuk pengaturan lalu lintas di alur berupa rambu-rambu yang akan dilakukan oleh PT Ambapers dan pihak navigasi, penambahan radar, CCTV dan alat pendeteksi kapal.

Bahkan, tambah dia, bila disetujui akan ada bagian khusus untuk mengatur lalu lintas di alur Barito selain dari kepanduan, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan bisa dihindarkan.

Julianus mengatakan, saat ini kepadatan arus lalu lintas di Alur Barito hampir sama dengan kepadatan arus lalu lintas di pelabuhan Surabaya.

Membahas hal tersebut, kata dia,  Administrator Pelabuhan Banjarmasin dengan difasilitasi PT Pelindo III (Persero) Cabang Banjarmasin menggelar rapat, membahas keselamatan transportasi bertempat di ruang rapat Barito Kantor PT Pelabuhan Indonesia III Cabang Banjarmasin, Senin, 21 November 2011.

Dalam rapat tersebut, tambah Julianus di antaranya membahas tentang prosedur tetap pemanduan kapal di perairan wajib pandu kelas II Pelabuhan Banjarmasin.

Rapat dihadiri sedikitnya 40 orang perwakilan perusahaan pelayaran, asosiasi dan instansi terkait yang meliputi, perusahaan pelayaran, asosiasi pelayaran (INSA), kantor administrator pelabuhan dan kantor navigasi./B/

Pewarta:

Editor : Ulul Maskuriah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2011