Perguruan Tinggi se-Kalimantan yang berada di bawah naungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XI Kalimantan menyatakan komitmen bersama untuk melawan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) melalui proses pembelajaran yang transparan dan tata kelola yang akuntabel.
Kepala LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan Dr. Muhammad Akbar di Banjarmasin, Kamis, mengatakan semangat pemberantasan KKN di lingkungan perguruan tinggi sebenarnya sudah berjalan sejak lama dan perlu terus digencarkan.
“Semangat tersebut harus dilanjutkan melalui berbagai program dan kerja sama lintas pihak, agar kesadaran melaksanakan tata kelola pelayanan yang baik terus tumbuh di seluruh kampus,” ujar Akbar.
Hal itu ia sampaikan saat membuka seminar bertema Bersatu Berdaulat Melawan Korupsi, Kampus Berdampak, Rakyat Indonesia Maju yang diikuti civitas akademika dari berbagai perguruan tinggi se-Kalimantan, baik secara luring maupun daring, sekaligus sebagai refleksi memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Akbar menegaskan perguruan tinggi merupakan lingkungan terbaik untuk membentuk budaya anti-KKN sekaligus membangun karakter mahasiswa.
“Alhamdulillah, dalam beberapa tahun terakhir program anti-KKN terus berjalan bersama pihak terkait, bahkan diperluas dengan program anti-kekerasan seksual, anti-perundungan, dan anti-intoleransi,” ucapnya.
Pada kegiatan tersebut, panitia menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya perwakilan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan, Satgas Pendidikan Tinggi Direktorat Jejaring Pendidikan KPK Erlangga Kharisma Adikusumah, serta pejabat terkait lainnya.
Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Julian Andarsa menekankan momentum HUT ke-80 RI menjadi pengingat penting arti kemerdekaan sejati, yakni bebas dari penjajahan sekaligus bebas dari belenggu KKN.
“Melalui momentum ini, pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat semakin dituntut untuk meneguhkan integritas dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih,” katanya.
Julian menambahkan mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa perlu mendapatkan pendidikan dalam lingkungan yang bersih dan berintegritas.
“Korupsi memberikan dampak masif, baik jangka pendek maupun jangka panjang, yang melemahkan ekonomi, pendidikan, layanan kesehatan, serta sendi-sendi kehidupan masyarakat,” tuturnya.
Para mahasiswa mengikuti seminar "Bersatu Berdaulat Melawan Korupsi, Kampus Berdampak, Rakyat Indonesia Maju" yang digelar Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XI Kalimantan Dr. Muhammad Akbar berlangsung di Banjarmasin, beberapa waktu lalu. (ANTARA/HO-LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan)