Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) memetakan 66 tempat pemungutan suara (TPS) masuk kategori rawan pada Pemilu 2024, berdasarkan letak geografis hingga kondisi masyarakat yang memiliki sejarah konflik.

"Untuk TPS sangat rawan ini tersebar di 13 wilayah kabupaten/kota dengan masing-masing faktor pemicu kerawanannya," kata Kapolda Kalsel Irjen Pol. Winarto di Banjarmasin, Kamis.

Baca juga: 382 pengendara tewas di Kalsel selama 2023

Winarto menyatakan dua personel Polri dibantu dua petugas linmas akan berjaga di TPS berkategori sangat rawan atau disesuaikan kondisi di lapangan.

Kemudian ada juga 508 TPS rawan yang dijaga satu personel Polri dibantu petugas linmas di setiap TPS.

Sedangkan terhadap 13.010 TPS kurang rawan bakal dijaga satu personel Polri bisa melakukan pemantauan situasi keamanan untuk beberapa TPS.

Kapolda Kalsel menyebutkan semua TPS menjadi fokus pengamanan ketika pemungutan suara pada 14 Februari 2024, namun ada skala prioritas menyesuaikan dinamika terkini di lapangan.

Baca juga: Kapolda Kalsel: Kedamaian Natal bagi pemilu damai

Oleh karena itu, dia mengingatkan seluruh anggota Polri agar tidak lengah apalagi menganggap remeh pengamanan pemilu yang menjadi penentu jalannya roda pemerintahan lima tahun mendatang.

Diketahui, Polda Kalsel mengerahkan dua pertiga kekuatan atau 6.177 personel untuk siaga pengamanan Pemilu 2024 pada Operasi Mantap Brata 2023-2024 selama 222 hari sejak 19 Oktober 2023-20 Oktober 2024.

KPU Kalsel mencatat daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 3.025.220 orang bakal menggunakan hak suara pada 13.584 TPS tersebar di dua kota dan 11 kabupaten dalam 156 kecamatan dan 2.016 kelurahan atau desa se-Kalsel.

Baca juga: Polda Kalsel tambah 411 Bintara remaja jelang Pemilu 2024

Pewarta: Firman

Editor : Taufik Ridwan


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2023