Bupati HST membuka secara resmi kegiatan perumusan alternatif penyempurnaan Kebijakan Rencana dan Program (KRP) dalam pelaksanaan Kajian Lingkungan hidup Strategis (KLHS) dan Rencana Detail Tata Ruangan (RDTR) Perkotaan Barabai yang digelar oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) HST di Auditorium Kantor Bupati setempat.

Plt Kadis PUPR Sahidin melaporkan, pada kegiatan tersebut akan dirumuskan tiga program rencana struktur ruang dan ada tujuh program perwujudan dari rencana pola ruang. 

"Dalam penyusunan KLHS ini kita dibantu oleh tenaga ahli atau nara sumber dari Universitas Lambung Mangkurat yakni Prof Syarifuddin Kadir, Prof Muhammad Hatta, Dr Ichsan Ridwan, Baharuddin dan Dr Hamdani," katanya.

Adapun tahapan-tahapan yang sudah dilaksanakan menurutnya adalah selama kurang lebih satu setengah bulan dengan kegiatan identifikasi pemangku kepentingan, Identifikasi dan perumusan isu pembangunan berkelanjutan.

Kemudian melakukan analisis pengaruh kebijakan dan rencana program terhadap isu prioritas pembangunan berkelanjutan yang tempat identifikasi materi muatan KRP yang berpotensi menimbulkan dampak dan riseko lingkungan hidup dan analisis pengaruh KRP terhadap kajian lingkungan hidup.

Sahidin mengatakan, hasil yang diharapkan dari seluruh rangkaian kegiatan ini yaituterwujudnya dokumen laporan pelaksanaan KLHS untuk pengambilan keputusan kebijakan rencana dan atau akan program yang mengintegrasikan prinsip pembangunan berkelanjutan. 

Bupati HST H.Aulia Oktafiandi dalam sambutannya menyampaikan dengan diselenggarakannya acara ini dapat dijadikan sebagai bentuk perhatian bersama terhadap perbaikan kerangka pikir perencanaan tata ruang wilayah untuk mengatasi persoalan lingkungan hidup.

Dalam rangkaian mekanisme KLHS Bupati HST minta kepada seluruh peserta rapat agar berperan aktif menyampaikan data/informasi dan saran masukan yang diperlukan sehingga kajian ini akan menghasilkan rekomendasi menyangkut pembangunan berkelanjutan yang akan rencanakan ke depan.

Bupati juga menyampaikan setiap jalan selalu ada tantangannya, tinggal bagaimana mencari solusi untuk menjalaninya. "Jangan sampai tantangan ini membuat kita mundur atau bahkan tersesat, mari kita telaah permasalahan yang ada dan bersama-sama menyatukan pikiran untuk mencari solusi terbaik. Gembok tidak pernah dibuat tanpa kunci, maka tidak ada permasalahan tanpa solusi," tuntasnya.

Pewarta: M. Taupik Rahman

Editor : Hasan Zainuddin


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2022