PT Makmur Sejahtera Wisesa (MSW) dan PT. Tanjung Power Indonesia (TPI) lakukan kegiatan uji coba Co-firing 1.000 Kg pellet sampah organik di PLTU MSW bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup setempat, Rabu (6/10).

Kegiatan seremonial atas pencapaian tahap awal mengubah sampah menjadi sumber energi terbarukan ini dilakukan secara luring di Aula Tanjung Puri, Kabupaten Tabalong.

 Selain luring kegiatan ini pun juga turut dilakukan secara daring melalui Zoom meeting diikuti 53 orang dari manajemen Adaro Power, YABN, perwakilan CSR anak perusahaan Adaro, Pemerintah Daerah dan anggota KSM TPS 3R Tanjung Selatan Bersinar.

Kegiatan uji coba Co-firing pellet organik dihadiri perwakilan SKPD serta Sekretaris Daerah Kabupaten Tabalong Abdul Muthalib Sangadji.

Sekda menilai dahulu keberadaan TPS 3R hanyalah hayalan dari pemerintah untuk mengatasi masalah sampah namun semakin bertumbuhnya suatu wilayah saat ini semua itu sudah bisa terwujud dan bahkan sudah berinovasi dalam mengolah sampah menjadi bahan yang bermanfaat.

 “Dahulu kita menghadapi gunung-gunung sampah, namun sekarang masalah persampahan diatasi dengan TPS 3R dan pencapaian inovasi merubah sampah menjadi energi” jelas Sangadji.

Lebih lanjut Sangadji mengapresiasi segala dukungan masyarakat, pemerintah dan perusahaan untuk mewujudkan kelestarian lingkungan di Kabupaten Tabalong.

 Ia berharap keberhasilan tahap awal kegiatan uji coba Co-firing ini dapat memupuk semangat seluruh pihak terkait untuk dapat melanjutkan ke tahap yang lebih tinggi lagi.

Di tempat yang sama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tabalong, Rowi Rawatianice dalam laporannya menyampaikan produksi sampah yang tinggi di Tabalong mencapai 58 ton/hari menjadi ancaman pencemaran lingkungan.

Hal ini membuat DLH berkolaborasi dengan Adaro Power dan Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) dalam menginisiasi program Tempat Olah Sampah di Sumbernya (TOSS) dengan menunjuk KSM TPS 3R Tanjung Selatan Bersinar sebagai penggiat sampah yang diberdayakan mengolah sampah menjadi pellet sampah organik.

Terbukti dengan pelatihan, pembinaan dan komitmen yang tinggi dari anggota kelompok KSM TPS 3R Tanjung Selatan Bersinar, mereka berhasil mengolah 3.000 Kg sampah menjadi 1.000 Kg pellet sampah organik yang bisa menjadi sumber energi terbarukan.

 “Inilah hasil atas sinergitas kita, komitmen yang kuat dari teman-teman TPS 3R patut kita apresiasi” ungkap Rowi.

 Ia menuturkan  Uji Coba Co-firing ini adalah penggunaan pellet sampah organik sebagai bahan bakar nabati yang bisa dimanfaatkan menjadi bahan bakar pembangkit listrik bersama batubara.
 
Foto Antaranews.Kalsel/ist (Istimewa)
 “Ini adalah uji coba pertama kita kalau hasilnya memuaskan tentu akan kita kembangkan” tutur Rowi.

Di saat bersamaan perwakilan Adaro Power yakni Presiden Direktur Adaro Power Edy Surahman Efendi sangat mendukung kebijakan pemerintah pusat dalam rangka mewujudkan energi bersih dan mendukung pencapaian target porsi energi terbarukan.

 “Kami berharap program ini dapat berkontribusi dalam pengurangan emisi karbon sekaligus medukung program DLH Tabalong dalam alternatif solusi pengelolaan dan pemanfaatan sampah di Kabupaten Tabalong” tutur Edy.

Selain itu ia juga melihat  program TOSS ini dapat membantu perbaikan pengelolaan sampah di Kabupaten Tabalong terutama sampah organik dan dapat memberi nilai tambah kepada masyarakat penggiat sampah.

Selaras dengan yang disampaikan  Edy Surahman Efendi, CSR Division Head PT Adaro Energy sekaligus Ketua Umum Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) Okty Damayanti  menjelaskan kegiatan ini merupakan partisipasi aktif dari Adaro untuk menciptakan lingkungan yang baik bagi makhluk hidup melalui pilar Adaro Nyalakan Lestari.

 “Adaro ingin Kabupaten Tabalong menjadi daerah yang nyaman untuk ditinggali, sehat dan bersih. Ini adalah salah satu bentuk inisiatif kita” ungkap Okty.

 Lebih lanjut Okty berharap tentu tidak hanya 1.000 Kg pellet saja yang dihasilkan, namun masih ada 58 ton sampah per hari yang ada di daerah bisa dikonversi menjadi sumber energi terbarukan yang dapat bermanfaat secara ekonomis dan ekologis.

Pewarta: *

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2021