Banjarmasin,  (AntaranewsKalsel) - Kepala Dinas Bina Marga Kota Banjarmasin Gusti Ridwan Sofyan mengatakan daerah ini menargetkan membongkar jembatan berkonstruksi kayu ulin di Jalan Sulawesi atau biasa disebut Jembatan Mesjid Jami.

Menurut dia, Minggu, jembatan berkonstruksi kayu ulin itu cukup panjang, yakni, lebih 20 meter, dan sudah berumur tua, hingga perlu diperbaiki dan diganti dengan konstruksi lebih kokoh dengan bahan beton.

  "Sebab arus lalu lintas di jembatan itu sudah sangat padat, hingga menghawatirkan kekuatannya, sebelum menimbulkan bencana, tentunya harus segera diperbaiki," jelasnya.

Dia memperkirakan, biaya pembongkaran dengan pergantian konstruksi jembatan tersebut menelan dana di atas Rp10 miliar, sebagaimana Jembatan Mantuil II yang saat ini sedang dikerjakan dengan total biaya APBD hampir Rp15 miliar.

  "Tentunya nanti jembatan itu juga akan di perluas, dengan desain sama dengan Jembatan Mantuil, yakni, melengkunga ke atas, agar memberikan ruang keleluasaan bagi arus lalu lintas trasportasi sungai," terangnya.

Dia menyatakan, Detail Engineering Design (DED) pembangunan jembatan itu segera akan dilakukan tahun ini, hingga tahun depan tinggal proses lelang pengerjaannya, dan langsung bisa dikerjakan, tentunya kalau pembebasan lahan disekitar jembatan juga sudah beres," bebernya.

  Sementara itu, Kepala Bidang Tata Pemerintahan (Tapem) Kota Banjarmasin Iwan Ristianto menyatakan, pihaknya sebagai penyelenggaran pembebasan lahan bagi kepentingan pembangunan infrastruktur milik daerah sudah melakukan proses pembebasan lahan sekitar jembatan Jalan Mesjid Jami.

  "Sosialisasi kepada pemilik lahan dengan adanya rencana ini sudah kita lakukan, bahkan tim penaksir harga lahan independen juga sudah mulai bekerja," ujarnya.

  Pemkot, kata dia, tahun ini sudah menyiapkan anggaran Rp4 miliar untuk keperluar pembebasan lahan di sekitar jembatan itu, karena bangunan yang dibebaskan hanya beberapa, kemungkinannya tidak banyak kendala.

  "Karena perbaikan jembatan ini sangat didukung masyarakat banyak, kita yakin bisa beres pembebasan lahannya tahun ini juga," ucapnya.

Pewarta: Sukarli

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2015