BPBD Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mengirim sebanyak delapan orang anggota untuk membantu korban banjir di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

"Ada sebanyak delapan orang anggota yang kami kirim dan di Kalteng sana akan membantu warga yang terkena dampak banjir. Rencana di sana mereka selama tiga hari," kata Kepala Pelaksana BPBD HST H Budi Haryanto, Kamis (9/9) di Barabai.

Diterangkannya, guna membantu warga di sana, para anggota membawa perlengkapan untuk pertolongan seperti satu set perahu fiber dan mesinnya, dayung perahu, life jacket, meskn genset, tenda, senter penerangan, kabel, tangki minyak, peralatan masak, selimut, sarung, masker dan terpal.

Selain itu menurut Budi, para anggota  juga membawa logistik untuk disumbangkan seperti beras 5 karung, gula 5 karung, kecap 10 dus, air mineral 15 dus, tilam/alas tidur 15 biji, lilin 15 pak, obat-obatan 100 bungkus, baju bekas layak pakai 5 kantong besar dan senter kepala 2 buah.

Selain mengirim anggota, para relawan dan beberapa organisasi yang tergabung dalam Balakar 654 Murakata juga membuka pokso pengumpulan bantuan dan donasi di Simpang 10 Barabai. Bantuan itu nantinya akan diserahkan kepada para korban banjir di Kalteng.

"Posko bantuan ini sudah kami dirikan sejak  selasa (7/9) hingga Sabtu (11/9) dan dana yang terkumpul sudah lebih dari Rp10 juta'an. Ada juga logistik yang masuk seperti bahan makanan, obat-obatan, vitamin, selimut, pembalut serta berbagai bantuan lainnya," kata anggota Bidang Komunikasi Balakar 654 Murakata.

Kemudian, rencananya Balakar 654 Murakata bersama relawan gabungan akan langsung mengantarkan bantuan ke lokasi banjir pada hari Minggu (12/9) guna penyaluran agar lebih tepat sasaran yang membutuhkan.

"Dulu mereka warga dan para relawan dari Kalteng pernah membantu kita saat banjir dulu, maka sudah saatnya kita juga membalas kebaikan mereka," tuntasnya.
 
Para relawan dari Balakar 654 Barabai saat membuka posko bantuan untuk nantinya diserahkan kepada para korban banjir di Kalteng (Antaranews Kalsel/M Taupik Rahman)

Pewarta: M. Taupik Rahman

Editor : Ulul Maskuriah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2021