Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta pemerintah kabupaten dan kota serta Provinsi Kalimantan Selatan meningkatkan testing dan tracing untuk memutus mata rantai penularan COVID-19.

Hal itu disampaikan Airlangga saat mengikuti rapat evaluasi penanganan COVID-19 di Gedung Idham Chalid, Setdaprov Kalsel Banjarbaru, Jumat, yang juga diikuti oleh seluruh kepala daerah 13 kabupaten dan kota se Kalsel secara virtual.

Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan PPKM Level IV dan Level III di kabupaten/kota se-Kalsel, Airlangga Hartarto mengungkapkan sejumlah poin penting.

Pertama, mengenai mobilitas. Ia mengatakan, tingkat mobilitas warga di Kalsel sudah turun, tapi masih relatif lebih tinggi dari rata-rata nasional.

"Itu yang kami minta tekan kembali, karena penanganan di hulu ini penting," katanya.

Kedua, mengenai testing dan tracing. Menurut dia, tingkat testing dan tracing di Kalsel rata-rata masih di bawah anjuran instruksi Mendagri.

"Menemukan kasus aktif karena di-testing itu lebih baik daripada tidak di-testing, karena malah bisa menjadi peningkatan kasus yang tidak terlihat. Karena itu, kami meminta peningkatan testing kembali," katanya.

Di sisi lain, mantan Menteri Perindustrian ini mengapresiasi penyediaan isolasi terpadu di Kalimantan Selatan.

Selain mengevaluasi terkait penanganan COVID-19, Airlangga mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Kalsel yang jauh membaik.

"Untuk pertumbuhan ekonomi di Kalsel, kami berterima kasih karena sudah mencapai persentase 4,40 persen. Kita lihat, kontribusi besarnya di sektor pertambangan, pertanian, dan industri, sesuai dengan nature di Kalsel," katanya.

Kendati begitu, ia mengungkapkan, persentase tersebut masih sedikit di bawah dari provinsi lainnya di Kalimantan. Hal ini pun menjadi tantangan ke depannya.

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, menerangkan, sekitar 71 juta vaksin akan didatangkan pada akhir Agustus. Sebagian akan fokus digunakan untuk vaksinasi ibu hamil.

"Risiko ibu hamil terkena Covid bahkan lebih berbahaya dari orang biasa," ujarnya.

Ia melanjutkan, seizin Gubernur, BKKBN dengan bidan dan kader akan memvaksin ibu-ibu hamil di Kalsel.

Menurut dia, vaksin yang akan digunakan untuk ibu hamil antara Moderna, Pfizer, atau Sinovac.

Di sela-sela acara, Safrizal atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menerima bantuan secara simbolis dari Kemenko Perekonomian.

Sebelumnya, Airlangga meninjau pelaksanaan vaksinasi di Gedung Olahraga (GOR) Hasanuddin Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sebagai upaya meredam pandemi dan mengendalikan penularan COVID-19 di provinsi ini.

"Kalsel merupakan salah satu daerah tertinggi penambahan kasus COVID-19 secara nasional dan masih dilaksanakannya PPKM hingga 23 Agustus 2021. Saya ingin melihat langsung bagaimana antusiasme masyarakat untuk mendapat vaksinasi dan ini sangat bagus," katanya.

Pewarta: Latif Thohir

Editor : Ulul Maskuriah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2021