Penjabat Gubernur Kalimantan Selatan Safrizal ZA mengatakan, rapid test antigen berguna untuk membentengi, menscreening, memperkecil terhadap tingkat paparan COVID-19

“Pelaksanaan rapid test antigen untuk melindungi lebih banyak terhadap penularan. Mengingat jika sudah terjadi penularan, maka penyebaran juga bisa lebih banyak,” ujar Penjabat Gubernur Kalsel Safrizal ZA, di sela berkunjung ke Kabupaten Barito Kuala (Batola), Jumat (26/3/) pagi.

Oleh karena itu, sebut lelaki asal Aceh, saat ini pihaknya menginstruksikan setiap even yang diselenggarakan oleh pemerintah harus melewati rapid test antigen terlebih dahulu. 

Safrizal menerangkan, rapit test antigen justru lebih baik, jika dilakukan terhadap seseorang yang akan menjalani vaksinasi. 

“Rapid test antigen ini teorinya untuk pencegahan supaya jangan lagi tertular, karena kalau terus tertular,  maka tak pernah berakhir pandemi ini,” paparnya.

Dia menambahkan, rapid test antigen merupakan alat screening untuk mengkanal-kanal, mengambil, merawat dan menagkap yang positif di luar tracking.

Lebih lanjut Safrizal mengungkapkan, apa yang dilakukan pihaknya dalam upaya memperkecil kejadian penularan COVID-19, agar penanganan di Kalsel bisa terkendali. 

Terkait bantuan 5.000 alat rapid test antigen, Penjabat Gubernur Kalsel menghendaki, supaya lebih cepat digunakan agar hasilnya bisa lebih efektif. 

Di kesempatan kunjungan itu, Afrizal juga mengimbau, Pemkab Batola  berbatasan dengan ibukota Provinsi Kalsel agar lebih mengefektifkan penanggulangan penyebaran COVID-19 dengan mengaktifkan seluruh posko hingga ke level desa. 

Dalam upaya penanggulangan untuk di tingkat desa, menurutnya, bisa mempergunakan dana desa, dengan mengaktifkan seluruh aparatur desa termasuk bidan desa serta tetap menekankan penerapan protokol kesehatan, baik 3 M, 4M, dan 5M. 

Selain itu, pspsr dia,  tempat-tempat umum seperti pasar, restoran, dan rumah-rumah makan diminta juga untuk dilakukan pengawasan. 

Dia mengharapkan, Satgas COVID-19 dapat berkoordinasi dengan Forkompida untuk melakukan penerapan penanggulangan secara maksimal agar putaran PPKM dilaksanakan sejak 5 hingga 19 April 2021 bisa membawa hasil. 

“Mudah-mudahan PPKM yang kita laksanakan pada putaran 5 hingga 19 April nanti positifnya sudah mulai turun, tapi kalau tambah banyak maka kerjanya akan tambah berat,” pungkasnya. 

Sebelumnya, Bupati Batola Hj Noormiliyani AS menyatakan, bantuan alat rapid test antigen yang disampaikan Penjabst Gubernur Kalsel Safrizal ZA akan sesegera mungkin dipergunakan kepada masyarakat secara massal. 

Dengan harapan, lanjutnya, melalui upaya yang dilakukan bisa meminimalisir penyebaran COVID-19. 

“Kami bersama Tim Gugus Tugas akan berusaha semaksimal mungkin untuk menekan penyebaras virus corona,” paparnya. 

Noormiliyani melaporkan, hingga Kamis,  (25 Maret 2021), total kasus konfirmasi di Batola sebanyak 1.673 orang yang terdiri dari pasien sembuh 1.463 orang (87,4 persen), meninggal dunia 21 orang (1,3 persen), dan kasus aktif 189 orang (11,3 persen), isolasi mandiri 161 orang dan dirawat 28 orang.

Kunjungan Safrizal di Batola  didampingi Kadinkes Provinsi Kalsel HM Muslim beserta jajraan sekaligus untuk menyerahkan bantuan 5.000 alat rapid test antigen. 

Kehadiran rombongan diterima Bupati Batola Hj Noormiliyani AS, Wakil Bupati H Rahmadian Noor, Pj Sekda H Abdul Manaf dan Kadinkes Batola Hj Azizah Sri Widari di rumah jabatan bupati Jalan Pangeran Antasari Nomor 1 Marabahan. 

Saat tiba, rombongan Pj Gubernur Kalsel ini disambut dengan tarian Mahelat Lebo. 
Penjabat Gubernur Kalsel Safrizal ZA berkunjung ke Kabupaten Barito Kuala, Jumat (26/3/) pagi.Foto:Antaranews Kalsel/Humas Batola.

Pewarta: Arianto

Editor : Gunawan Wibisono


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2021