Kabupaten Balangan Kalimantan Selatan,terletak dikoordinat 20 01’37” sampai dengan 20 35’58” Lintang Selatan dan 1140 50’24” sampai dengan 1150 50’24” Bujur Timur.

Dengan luas wilayah 1.878,3 km2 Balangan hanya lima persen dari luas wilayah Propinsi Kalimantan Selatan. Daerah seluas itu terbagi menjadi delapan kecamatan yaitu Lampihong, Batu Mandi, Awayan, Paringin, Juai, Halong, Tebing Tinggi dan Paringin Selatan.

Kondisi geografis Balangan sangat mendukung terhadap pengembangan potensi perkebunan, khususnya tanaman karet.

Karena itulah karet menjadi komoditi unggulan nomor satu dan merupakan mayoritas usaha yang dikembangkan oleh masyarakat Balangan.

Dari delapan kecamatan yang ada enam diantaranya dikenal sebagai penghasil karet yaitu Paringin, Paringin Selatan, Juai, Halong, Awayan dan Tebing Tinggi.

Bahkan, Balangan dikenal sebagai penghasil  karet berkualitas untuk wilayah Kalsel dengan luas 30.591 hektar dan kemampuan produksi 24.342,31 ton pertahun.

Selain karet di Balangan juga dikembangkan perkebunan kelapa sawit pada areal seluas 2.280 hektare dengan produktivitas mencapai 14.898 ton pertahun.

Disektor perikanan Balangan memiliki aliran sungai yang dapat dijadikan kawasan budi daya ikan dengan sistem keramba. Balangan juga memiliki beberapa kawasan baruh atau rawa, persawahan untuk pengembangan mina padi dan dataran yang potensial untuk pengembangan budi daya kolam.

Dalam upaya pengembangan budi daya ikan telah dilakukan penerapan teknologi perikanan yang dibarengi dengan upaya peningkatan sumber daya manusia melalui sosialisasi dan pembinaan tentang teknis budi daya.

Upaya yang telah dilakukan didukung dengan pemberian bantuan kepada para pembudidaya sehingga penerapan teknologi yang diberikan dapat dilaksanakan dengan baik.

Untuk kemudahan para pembudidaya perikanan dalam memasarkan hasil produksi mereka saat ini telah mulai pembangunan pasar ikan modern di Pasar Tradisional Paringin.

Pada sektor tanaman pangan, khususnya pertanian pemerintah daerah melakukan pembinaan budi daya tanaman padi (padi sawah dan padi ladang), jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah dan kedelai.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura Peternakan dan Perikanan setempat tercatat Balangan sebagai penyumbang terbesar bagi ketersediaan pangan di Kalsel. Dari Kecamatan Awayan saja, tercatat luasan lahan persawahan hingga mencapai 5.233 hektare dengan produktivitas sebanyak 16.252,95 ton pertahun.

Upaya peningkatan kesejahteraan perekonomian masyarakat dilakukan dengan mengoptimalkan berbagai sektor. Selain perkebunan, perikanan dan pertanian juga dilakukan pembinaan terhadap para pelaku Usaha Kecil Menengah.

Melalui Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi setempat, sepanjang 2010 telah dilakukan identifikasi terhadap UKM.

 Upaya identifikasi dilakukan untuk menunjang kegiatan pembinaan terhadap UKM-UKM tersebut.

Melalui identifikasi dapat digolongkan jenis-jenis potensi ekonomi yang dapat dikembangkan masyarakat setempat untuk meningkatkan kesejahteraan. Penggolongan jenis usaha penting dilakukan agar kedepannya dapat di bentuk sebuah wadah seperti Koperasi, berdasarkan jenis usaha.

Peningkatan kesejahteraan masyarakat, haruslah berbanding lurus dengan upaya pembangunan pada sektor kesehatan. Melalui Dinas Kesehatan setempat hingga kini telah dilaksanakan sejumlah program dan kegiatan untuk menuju masyarakat Balangan yang sehat.

Program yang telah dilakukan antara lain Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) yang telah berhasil membangun 27 Puskesmas Pembantu (Pustu), 46 unit Puskesmas Desa (Pusdes), 35 Polindes, 11 POD, 3 Poskestren dan 185 Posyandu yang tersebar di sejumlah desa di delapan kecamatan.

Puskesmas yang dimiliki hingga saat ini berjumlah 11 unit, 3 diantaranya dilengkapi pasilitas UGD, yaitu Puskesmas Paringin, Batumandi dan Halong. Bahkan untuk puskesmas Halong selain UGD juga dilengkapi dengan perawatan dan Poned. Puskesmas Batumandi juga direncanakan ke arah Poned sedang  yang lainnya masih sebatas pelayanan rawat jalan.

RSUD Balangan yang diresmikan pada 2009 lalu, sebagai sentral pengobatan dan pelayanan kesehatan masyarakat, 2011 ini telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti Ruang Perawatan, Ruang Tranfusi Darah, Ruang Loundry and Kitchen Modern serta Instalasi Pengolahan Air Limbah.

Upaya pembangunan daerah, menuntut ketersediaan sumber daya yang handal dan berkualitas. Untuk itu, dunia pendidikan menjadi salah satu faktor utama yang diupayakan peningkatannya.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan secara kuantitatif sarana pendidikan di Balangan terus mengalami peningkatan dalam  kurun waktu 2005-2010.

Disebutkan untuk jenjang TK meningkat 12 buah atau kisaran 22,2 %, SD meningkat 1 buah atau 0,6 %, SLTP meningkat 10 buah atau 92,8 % dan pada jenjang SLTA meningkat 4 buah atau 57,1 %.

Peningkatan jumlah sarana pendidikan diikuti pula dengan meningkatnya jumlah murid pada semua jenjang pendidikan. Pada 2005-2009 jumlah murid TK meningkat 369 orang, SD meningkat 1.211 orang, SLTP meningkat 405 orang dan SLTA meningkat 759 orang.

Peningkatan kualitas SDM di Balangan dapat di lihat dari kondisi pada 2008, dimana proporsi penduduk berusia 15 tahun ke atas yang berpendidikan minimal SMP sudah mencapai 81,05%.

Sedang untuk angka buta aksara bagi penduduk berusia 15 tahun ke atas 2,52 %. Selain itu, peningkatan persentase  kelulusan Ujian Nasional (UN) untuk tingkat SLTA tahun 2007/2008 adalah 87,25 %, sedangkan untuk tingkat SLTP adalah 98,36%.

Seiring berkembangnya wilayah Balangan, infrasruktr tak luput dari pembenahan, meliputi pembangunan jalan, jembatan, gedung-gedung perkantoran, perumahan, rehabilitasi gedung-gedung sekolah, tempat ibadah, rumah sakit dan fasilitas umum lainnya.

Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum setempat, kini tercatat total 87 proyek pembangunan telah terealisasi, meliputi  perumahan, perkantoran dan fasilitas umum, termasuk rehabilitasi gedung sekolah, tempat ibadah, gedung pelayanan kesehatan dan perbaikan jembatan-jembatan rusak.

Dalam hal pelayanan masyarakat, telah dilakukan optimalisasi sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Balangan Nomor 05 Tahun 2009 tentang retribusi penggantian  biaya cetak KTP dan akta catatan sipil, dimana masyarakat diberikan pelayanan bebas biaya dengan waktu pelayanan maksimal tujuh hari.

Melalui berbagai upaya pembenahan dan pengembangan yang telah dilakukan, diyakini Balangan kedepannya akan dapat menjadi lebih baik, yang tujuan akhirnya adalah untuk kesejahteraan masyarakat setempat.

Pewarta:

Editor : Ulul Maskuriah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2011