Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) memfasilitasi beberapa usaha jual beli kebutuhan pokok agar melayani masyarakat secara online saat wabah COVID-19.

"Kita membantu masyarakat agar bisa tetap berbelanja bahan pokok meski tinggal di rumah untuk memenuhi anjuran pemerintah 'Stay at Home'," ujar Kabid Perdagangan Marjuki.

Marjuki mengatakan, Disperindagkop melakukan pendekatan kepada sejumlah toko sembako agar bisa membuka layani online lewat telpon, pesan sms atau whatapps (WA) termasuk bentuk dukungan untuk mencegah penyebaran Covid 19.

"Kita fasilitasi agar masyarakat juga mengetahui keberadaan toko online dengan cara turut bantu mensosialisasikannya," terang Marjuki.

Marjuki menginformasikan, sebanyak 10 toko penjual bahan pokok di Kota Amuntai sudah bersedia membuka layanan online, bahkan mendaftarkan secara resmi rekanan ojek sebagai transportasi pengantar pesanan sembako.
 
Daftar toko sembako dengan pelayanan online kepada pelanggan di Kota Amuntai. (Antaranews Kalsel/Disperindagkop HSU/Eddy A)

"Sehingga masyarakat tidak perlu lagi keluar rumah untuk berbelanja dan mengurangi resiko tertular virus Corona," tandasnya.

Selain itu dalam rangka mendukung pencegahan penyebaran wabah Corona, Disperindag juga mulai melakukan pembinaan kepada sejumlah usaha rumah industri (home industri) yang mulai menjalani usaha memproduksi masker kain.

Kasi UKM Hernani mengatakan, proses pendataan masih dilakukan, namun dua home industri beralamat di Jalan Norman Umar Kecamatan Amuntai Tengah sudah berproduksi dengan pemasaran hingga keluar HSU seperi Barabai, Rantau, Banjarmasin hingga Kota Baru.

Namun pihak home industri mengeluhkan kesulitan mendapatkan karet untuk produk masker mereka dan berharap bantuan pihak terkait.
 
Produk masker kain yang dihasilkan beberapa home industri di Kota Amuntai. (Antaranews Kalsel/Disperindagkop HSU/Eddy A)

Sementara harga jual masker berkisar Rp8.000 (tidak berlapis) hingga Rp10.000 (berlapis) atau per lusin Rp60.000 hingga Rp96.000 (tidak berlapis) dan Rp120.000 (berlapis).

"Kadang dalam satu hari bisa menjual sampai 30 lusin per hari," ujar Winda salah satu perajin masker kain.
 
. (Antaranews Kalsel/Disperindagkop HSU/Eddy A)

Winda bersama pengelola Home Industri memang melihat potensi penjualan masker sejak wabah COVID-19 melanda cukup menjanjikan, disebabkan bahan masker jenis N95 yang sekali pakai tidak ditemui lagi dijual di apotik, toko obat maupun toko lainnya di Kota Amuntai.

 

Pewarta: Eddy Abdillah

Editor : Ulul Maskuriah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2020