Minat perusahaan modal dalam negeri maupun perusahaan modal asing untuk menanamkan investasi di Kalimantan Selatan masih cukup tinggi, kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Kalsel, Ratna Fatmawati di Banjarmasin Senin.

Hal itu, kata dia, terbukti dengan jumlah perusahaan maupun jumlah nilai investasi yang masuk Kalsel pada awal 2010 meningkat tajam dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Menurut dia, hingga Juni 2010 investasi yang masuk ke Kalsel untuk perusahaan modal asing (PMA) terdapat delapan perusahaan dengan nilai investasi 107 juta dolar AS dan perusahaan modal dalam negeri (PMDN) sebanyak tiga perusahaan dengan nilai investasi Rp1,5 triliun.

Sedangkan perusahaan pengembangan sebanyak dua perusahaan dengan nilai investasi 240 juta dolar AS.

Jumlah tersebut, kata Ratna, jauh meningkat dibanding 2008 maupun 2009. "Peningkatan terjadi salah satunya karena iklim politik dan keamanan di Kalel cukup kondusif," katanya.

Pada 2009 BKPMD Kalsel mencatat perusahaan asing yang masuk Kalsel sebanyak 16 PMA yang berusaha pada bidang pertambangan, perkebunan perdagangan, dan gas bumi.

Total investasi yang bakal ditanamkan 16 perusahaan tersebut mencapai 146,8 juta dolar AS dengan lokasi yang tersebar di beberapa Kabupaten/Kota di Kalsel. Sedangkan nilai investasi PMDN diperkirakan Rp19,1 triliun.

Sedangkan pada 2008 PMA di Kalsel ada sekitar 38 perusahaan dan PMDN sebanyak empat perusahaan. Untuk PMA diperkirakan dana yang masuk sekitar 125 juta dolar AS dengan serapan tenaga kerja yang akan tertampung sekitar 3.100 orang.

Sedangkan dana yang terserap dari PMDN sekitar Rp 732 miliar dengan serapan tenaga kerja diperkirakan 700 orang.

Beberapa pihak terkait berharap BKPMD terus menjaring perusahaan yang ingin menanamkan investasi di bidang pengolahan barang jadi, sehingga industri hulu hingga hilir berkembang di daerah kaya sumber daya alam ini.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Perkebunan Kalsel, Haryono, yang berharap di Kalsel akan datang perusahaan ban, minyak goreng dan lainnya yang akan banyak menyerap tenaga kerja.

Pewarta:

Editor : Abdul Hakim Muhiddin


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2010