Kepala Dinas Pariwisata Kota Banjarmasin Ikhsan Alhak mempromosikan keindahan sungai di Banjarmasin kepada 18 wartawan dari berbagai provinsi di Indonesia mulai dari Aceh hingga Papua yang mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar Perum LKBN Antara selama dua hari pada Senin dan Selasa di Banjarmasin.

Ikhsan didaulat sebagai nara sumber pada sesi jumpa pers dengan 18 peserta UKW tingkat muda, bersama dua nara sumber lainnya yakni, Profesor Ilmu Komunikasi Universitas Moestopo yang juga Direktur Uji Kompetensi Wartawan PWI Pusat Rajab Ritonga dan Ahmad Djauhar dari LPDS, Senin.

Menurut Ikhsan, kini Pemerintah Kota Banjarmasin sedang fokus mengembangkan pariwisata berbasis sungai sebagai upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

"Kami ingin mewujudkan program Banjarmasin sebagai kota wisata sungai terindah di Indonesia dan menjadi salah satu tujuan wisata nasional dan internasional setelah Bali," katanya.

Melalui program "Banjarmasin Kota Sungai Tradisional Berdayatarik Global" kini Pemkot Banjaramasin telah melaksanakan berbagai program pembenahan.

Program tersebut antara lain penetapan destinasi wisata dengan wisata sungai, penataan rumah yang menghadap sungai, peningkatan pelayanan publik (smart city dengan 63 titik pelayanan), maharagu Sungai Kampung Baiman dan pengembangan kampung-kampung tematik.

Menurut Ikhsan, Kota Banjarmasin memiliki potensi 35 objek wisata yang akan terus dikembangkan, antara lain wisata susur sungai yang dimulai dari Sungai Martapura hingga ke pelosok kota melalui sungai.

Selain itu, penataan kawasan di sepanjang sungai, berupa objek wisata, permukiman, perdagangan, pengerukan sungai dan menghidupkan sungai yang mati/tertutup semak belukar.

Direktur UKW PWI Pusat Rajab Ritonga mengatakan, wartawan harus hati-hati dalam memberitakan maupuan mengkritisi terkait pariwisata di Indonesia.

"Sebaiknya wartawan membaca buku tentang panduan pemberitaan pariwisata. Ada ketentuan yang boleh disampaikan maupun tidak boleh disampaikan dalam pemberitaan," katanya.

Sementara Ahmad Djauhar dari LPDS mengatakan, hal utama yang harus dilakukan pemerintah dalam mengembangkan pariwisata adalah mengubah perilaku dan kebiasaan masyarakat yang kurang baik.

Seperti terkait kebersihan objek wisata. Pemerintah harus mulai membudayakan masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.

 

Pewarta: .

Editor : Ulul Maskuriah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2020