Oleh Imam Hanafi

Kotabaru,  (Antaranews Kalsel) - Perusahaan bijih besi PT Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO), siap mendukung program Pemkab Kotabaru, Kalimantan Selatan, yang menjadikan Pulau Sebuku sebagai pusat peternakan sapi bali.

Ketua Komisi II DPRD Kotabaru, H Faruk Syahdan, Jumat, mengatakan, kesiapan tersebut telah diwujudkan oleh perusahaan itu dengan menyediakan areal pengembalaan ternak sapi.

"SILO telah menanam rumput pada lahan yang luasnya puluhan hektare di pulau yang berjarak sekitar tujuh mil utara Kotabaru itu untuk mendukung pakan ternak sapi bali," ujarnya.

Dengan demikian, lanjut Faruk, untuk pakan ternak sapi akan tercukupi dari areal penanaman rumput di sekitar perusahaan tersebut.

Rencana pengembangan ternak sapi bali tersebut rencananya dipelihara di dalam kandang, bukan dilepas di areal penanaman rumput.

Dengan cara tersebut, pengelola bisa melakukan pemantauan langsung terhadap pertumbuhan dan kesehatan sapi bali secara periodik.

"Kalau sapi bali dilepas begitu saja di areal terbuka, dikhawatirkan pertumbuhannya akan terganggu, dan rawan terkena penyakit," jelasnya.

Politisi Partai Golongan Karya itu menambahkan, SILO berkomitmen mendukung program Pemkab Kotabaru yang menargetkan 2020 "Bumi Saijaan" ini mampu berswasembada daging.

Anggota Komisi II DPRD Kotabaru H. Syaiful Bahri, sebelumnya mengatakan semua perusahaan di Pulau Sebuku hendaknya membantu masyarakat, khususnya peternak sapi bali di daerahnya.

"Bantuan bisa berupa penyediaan pakan sapi atau memberikan kemudahan bagi peternak untuk mendapatkan pakan sapi," ujarnya.

Guna mendukung hal tersebut, kata dia, perusahaan melakukan penanaman rumput di lokasi bekas tambang yang sudah tidak lagi dimanfaatkan untuk digali batu baranya atau bijih besinya.

Dengan cara tersebut, peternak tidak akan mengalami kesulitan mendapatkan pakan ternak sapi.

Sementara itu, kualitas daging sapi bali dikenal lebih padat dibandingkan dengan daging sapi biasa. Terlebih perawatan sapi bali jauh lebih mudah, berbeda dengan sapi jenis lain yang harus lebih intensif.

Pertimbangan dipilihkanya Pulau Sebuku menjadi pusat peternakan sapi bali antara lain mudah dikontrol dan jaraknya dengan Pulau Laut Kotabaru, lebih dekat dibandingkan dengan daerah lain.

Bukan hanya sentra, namun lebih dari itu, Pulau Sebuku bisa menjadi salah satu daerah yang mampu menghasilkan bibit sapi unggulan dan sebagai pusat penelitian ternak besar.

"Dengan demikian, ke depan kebutuhan daging di Kotabaru diharapkan dapat dipenuhi dari daerah setempat," ujarnya.

Menurut dia, jika berhasil, Kotabaru tidak perlu lagi mendatangkan daging sapi dari luar daerah.

Pewarta:

Editor : Asmuni Kadri


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2013