Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan H A Chairansyah melakukan panen perdana hasil budidaya ikan pepuyu atau betok di Desa Walatung, Kecamatan Pandawan.

"Budidaya ikan papuyu, haruan, dan toman di masyarakat masih banyak mengalami kendala baik dilihat dari aspek teknis, pertumbuhan maupun reproduksinya," ucapnya di Pandawan, Jumat.

Untuk itu, katanya, sebagai upaya meningkatkan produktivitas perikanan itu,  pemerintah daerah saat ini bekerja sama dengan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melalui kajian dan pemetaan potensi wilayah yang salah satunya adalah untuk menciptakan kampung ikan lokal.

Ia berharap Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Hulu Sungai Tengah  agar senantiasa meningkat fungsi dan tugasnya dengan tetap bersinergi dan selalu berkoordinasi dengan para kelompok pembudidaya ikan dalam upaya mendorong pertumbuhan di sektor perikanan.
Baca juga: Warga Hulu Sungai Utara Harapkan Bantuan Pemerintah

Pada kegiatan itu juga dilakukan penyerahan bantuan mesin pembuat pakan ikan oleh Universitas Lambung Mangkurat.

Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan HST Hj Sunar Wiwarni  dalam laporannya mengatakan, kegiatan yang dirangkai dengan temu lapang para pembudidaya Ikan Waringin Baru itu bertujuan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan, keberhasilan, permasalahan dan kendala yang dihadapi dalam mengelola perikanan.

Selain itu juga untuk mengetahui sejauh mana pengembangan usaha budidaya dari bantuan yang telah diberikan sebagai bahan evaluasi serta peningkatan produktivitas melalui sinergi program kegiatan yang telah dilaksanakan, terutama komoditas perikanan, sehingga dapat meningkatkan produktivitas perbaikan managemen dan memperbaiki distribusi produksi serta mekanisme pasar.

"Kita harapkan kegiatan ini dapat dijadikan sebagai wadah untuk berdiskusi menyampaikan pandangan dan pendapat serta permasalahan yang dihadapi dilapangan khususnya kendala teknis dalam kegiatan budidaya perikanan sehingga bisa mendapatkan solusi," katanya.

Pewarta: Gunawan Wibisono/Taupik Rahman

Editor : Hasan Zainuddin


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2019