Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen (Purnawirawan) Marciano Norman banyak mendapat "curhat" dari para pemangku olahraga di provinsi Kalimantan Selatan.

Marciano hadir pada acara Peningkatan Profesional Manajemen Olahraga dan Kapasitas Organisasi Olahraga Fungsional Profesional dan Prestasi yang diikuti KONI dan pengurus cabang olahraga se-Kalsel dalam rangkaian Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2019 di Hotel Mercure Banjarmasin, Sabtu.

Marciano memberikan ruang bagi para pemangku olahraga di daerah Kalsel untuk mencurahkan pendapatnya ataupun kritiknya terhadap kemajuan olahraga, karena ia ingin menentukan langkah atau kebijakan ke depan datang dari bawah atau pelaku olahraga di daerah.

"Saya senang kalau ada yang memberikan kritik kepada saya dan KONI pusat, tentunya kritik yang membangun, karena kita harus bersama membangkitkan olahraga di negara kita ini," ucap pria yang mengaku dilahirkan di Banjarmasin, ibu kota provinsi Kalsel ini.

Baca juga: KONI pancing minat catur melalui jajal atlet muda

Dia mengakui, banyak curhat dan keluhan dari KONI daerah untuk meningkatkan prestasi olahraga, khususnya kebijakan yang perlu ditinjau kembali.

Salah satunya terkait mutasi atlet, ujar Ketua Umum KONI periode 2019-2023 tersebut, di antaranya dikeluhkan KONI Kalsel, karena banyak atlet daerah yang sudah susah payah dibina dan berprestasi, "dibajak" daerah lain.

"Memang biasa kan itu terjadi saat-saat menjelang PON seperti ini, banyak terjadi lalu lintas perpindahan atlet, regulasinya menang sudah jelas minimal 2 tahun sebelum kegiatan akbar itu harus pindah," tuturnya.

Tapi hal ini, ucap dia, bisa ditinjau kembali aturannya, tentunya dengan sama-sama dimusyawarahkan untuk mencari kesepakatan bersama pula, dan KONI pusat menerima masukan dari daerah tentang hal ini.

Baca juga: KONI HSS ditarget capai empat sukses ajang Porprov 2021

Yang menjadi keluhan lainnya juga terkait masalah anggaran, ungkap Marciano, yang menganggap masalah itu penting untuk meningkatkan prestasi, gizi para atlet untuk pembinaan, sementara KONI daerah saat ini dipangkas hak penuhnya untuk mengelola anggaran.

"Ini juga kita harap pemerintah memberi perhatian lebih termasuk aturannya agar disesuaikan, jangan sampai organisasi ini ada tapi tidak berdaya, jadi pemerintah harus memberdayakannya," tutur Marciano.

Dia juga mengharapkan, KONI daerah untuk bisa mandiri dan terus semangat membina olahraga termasuk kesejahteraan atlet, meski banyak tantangan yang dihadapi masa sekarang ini.

"Kita harus selalu semangat, bersama, kita jadikan olahraga sebagai pemersatu bangsa dan mengharumkan nama Indonesia dikancah nasional," pungkasnya.
Baca juga: KONI Kalsel meminta atlet tetap jaga porsi latihan di bulan puasa
Baca juga: KONI Tabalong - IMI Kalsel serahkan santunan anak panti

Pewarta: Sukarli

Editor : Ulul Maskuriah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2019