Lahan terbakar di Kabupaten Hulu Sungai Utara hingga 29 Agustus 2019 sudah seluas 58,5 hektar. Berdasarkan data Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) setempat kebakaran lahan paling luas terjadi di wilayah Kecamatan Amuntai Tengah seluas 19 hektar.

Staf kedaruratan dan logistik BPBD HSU Udi Hartono mengatakan, luas lahan terbakar berdasarkan perkiraan sementara dari BPBD HSU.

"Jumlah lahan terbakar hingga 23 Agustus perkiraannya seluas 58,5 hektar," ujar Udi.

Udi mengatakan, peristiwa kebakara  di Desa Sungai Durait Hulu Kecamatan Babirik pada 23 Agustus pukul 10.15 wita terluas terjadi dalam satu hari di sebuah kawasan  dimana lahan yang terbakar mencapai 10 ha.

Sedangkan kasus terakhir, kebakaran lahan  selama Agustus di Kabupaten HSU yang terdata BPBD HSU terjadi pada 23 Agustus pukul 18.10 wita di Desa Pinang Habang seluas dua hektar.
 
Simulasi mengatasi kebakaran kebakaran lahan di HSU. (Eddy Abdillah)

Wilayah yang kerap terjadi berulang-ulang kasus kebakaran lahan terjadi di Desa Pinang Habang sebanyak tiga kejadian dengan luas lahan terbakar 5 ha,  Desa Banjang juga tiga kejadian total 4 ha, Desa Tapus Dalam tiga kejadian pula seluas 6,5 ha, Desa Kayakah dua kejadian seluas 4 ha dan Desa Pal Batu sebanyak dua kejadian seluas 2 ha.

Pemerintah daerah melalui pembentukan satuan tugas kebakaran hutan dan lahan (satgas Karhutla) telah berupaya melakukan pantauan titik api dan kawasan rawan kebakaran, melakukan sosialisasi dan patroli, pembentukan relawan ditiap desa serta mengupayakan pemadaman api jika terjadi.

Dikatakan, beberapa lokasi kebakaran lahan memang tidak bisa terjangkau oleh satgas seperti di wilayah di Desa Kayakah dan Desa Sapala sehingga api terpaksa didiamkan hingga padam sendiri.

Titik panas (hotspot) di wilayah Kabupaten HSU mulai terpantau satelit aqua/terra dan snpp sejak Juni 2019 sebanyak satu hot spot. Jumlahnya meningkat pada Juli sebanyak 10 hot spot dan 17 hotspot dibulan Agustus.

Jumlah hotspot di Kalsel banyak ditemukan di wilayah Kabupaten Tapin 105 hotspot, HSS 74 dan Kabupaten Banjar 59.

Akibat kebakaran lahan praktis disejumlah wilayah kabupaten/kota termasuk Kota Banjarmasin kerap diselimuti kabut asap meski tidak sampai satu hari penuh, biasa kabut mulai menyelimuti saat pagi dan malam hari.

Baca juga: Dandim perangi karhutla di kawasan bandara
Baca juga: Tabalong masuk daerah zona rawan Karhutla
Baca juga: Antisipasi Karhutla PT PDL dan Polres HSU patroli bersama
Baca juga: Dinas Kesehatan Balangan pantau perkembangan kabut asap

Pewarta: Eddy Abdillah

Editor : Ulul Maskuriah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2019