Kepala Badan Penggulangan Bencana Kesatuan Bangsa dan Politik (PB Kesbangpol) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) Efran menyampaikan untuk penanggulangan bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di daerah berstatus siaga darurat karhutla, nantinya akan diturunkan Satuan Tugas (Satgas) dari pusat.

Ia mengatakan, Satgas tersebut dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan unsur personil dari TNI berjumlah lima orang, Polri dua orang, dua orang dari masyarakat dan satu dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bertugas di masing-masing desa.

"Jadi satgas berjumlah 10 orang nantinya akan diturunkan di masing-masing desa yang rawan terjadi karhutla termasuk di  wilayah HSS, mereka selama bertugas akan tinggal di desa tersebut dan membangun sinergitas dalam menanggulangi karhutla," katanya, saat memberikan keterangan, di Kandangan, Kamis (18/7) sore.

Baca juga: DPRD Kalsel monitor potensi kerawanan dan kesiapan daerah tanggulangi bencana

Dijelaskan dia, tugas dari satgas ini untuk memberikan utamanya memberikan edukasi dan pendampingan secara langsung kepada masyarakat, karena tak dipungkiri terjadinya penyebab karhutla tertinggi akibat faktor kesalahan manusia atau human error, bahkan karena kesengajaan.

Karhutla sering terjadi karena kurangnya kesadaran masyarakat akan bahaya membakar hutan dan lahan untuk alasan membuka lahan pertanian, perkebunan ataupun perikanan, bahkan musibah karhutla terakhir di HSS diduga dipicu membuang puntung rokok sembarangan.

Tim akan memberikan edukasi dan pendekatan secara persuasif kepada masyarakat, tentang pencegahan atau penanggulangan karhutla dan sekaligus memberikan tuntunan dalam membuka lahan sesuai peraturan perundang-undangan.

Baca juga: HSS gelar apel siaga bencana karhutla

"Namun apabila terjadi pembakaran lahan dan hutan yang dilakukan secara sengaja dan merupakan tindak pidana, maka satgas juga akan menindak lanjuti dengan melaporkan untuk diproses sesuai ketentuan hukum," katanya.

Ditambahkan dia, mobilisasi personil satgas tersebut dijadwalkan sekitar tanggal 29 Juli hingga 30 Juli 2019 mendatang, selain itu peran satgas ini nanti akan ditindak lanjuti sebagai bahan evaluasi untuk penanggulangan karhutla di masing-masing daerah  di masa mendatang dengan mempertimbangkan kondisi riil di lapangan.

Pewarta: Fathurrahman

Editor : Ulul Maskuriah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2019