Bandara Syamsudin Noor yang baru akan segera beroperasi. Warga Malaysia keturunan Banjar pun menyambut gembira adanya penerbangan langsung rute Banjarmasin ke Malaysia.

"Ustadz Salleh Kasim selaku Presiden Pertubuhan Banjar Malaysia (PBM) dan Cikgu H Hasan, kerabat keturunan Banjar di Malaysia sangat senang mendapat kabar rencana maskapai yang membuka rute penerbangan Kuala lumpur ke Banjarmasin (direct)," ungkap Ary Achdiyani, akademisi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di Banjarmasin, Selasa.

Ary sendiri memang intens menjalin komunikasi dengan warga Malaysia keturunan Banjar di Negeri Jiran. Bahkan, dia beberapa kali juga sudah berkunjung ke Malaysia bertemu secara langsung anggota Pertubuhan Banjar Malaysia di Sarawak dan Sabah yang terletak di bagian utara Pulau Borneo (Kalimantan).

Menurut Ary, orang Malaysia khususnya yang keturunan leluhur orang Banjar (Kalimantan Selatan), memang dari dulu sangat ingin adanya penerbangan langsung tanpa harus transit ke Jakarta.

"Sementara ini mereka merasa kurang nyaman dengan penerbangan via Jakarta yang harus pindah terminal di CGK dari Terminal 2 apabila terbang dengan AirAsia atau Lion ke Terminal 1 atau Terminal 3 transit beberapa jam kemudian ke Banjarmasin," beber Ary yang juga pengurus Ikatan Keluarga Alumni (IKA) ULM.

Menurut penjelasan Ustadz Salleh Kasim, ungkap Ary, saat ini terdapat lebih dari 2 juta kaum bumi putera Malaysia adalah keturunan Banjar. Hal itupun dibenarkan Ir Haji Salleh Shamlani selaku Ketua Koperasi Kulaan Pertubuhan Banjar Malaysia.

Diketahui sejak ratusan tahun lalu, negeri tetangga Indonesia, yakni Malaysia banyak diserbu kaum migran termasuk yang berasal dari Banua Banjar untuk mengadu nasib.

Konon kaum migran asal Banua Banjar yang telah lama tinggal di Malaysia ternyata generasinya masih ada sampai sekarang. Cirinya yang paling menonjol adalah tetap berbahasa Banjar. Mesti terdengar aneh untuk orang Banjar pada umumnya di Kalsel, namun Bahasa Banjar warga Malaysia yang sudah tercampur bahasa Melayu, namun  dialek daerah asal leluhur seperti Kelua, Kandangan, Martapura, Banjarmasin dan lainnya masih terasa.

Tentu fakta tersebut jadi potensi turis yang akan berwisata silaturrahmi susur galur ke tanah leluhur di Bumi Lambung Mangkurat Banua Kalsel.

"Insya Allah jika sdh ada direct flight Malaysia ke Banjarmasin dengan AirAsia atau penerbangan lain, maka potensi pariwisata dan perdagangan antar negara bisa mendukung perekonomian warga Banua," tutur Ary.
Seperti diketahui, proyek pengembangan Bandara Syamsudin Noor yang baru hampir rampung dan direncanakan beroperasi pada Oktober 2019 mendatang.

Dengan berstatus Internasional, maskapai AirAsia pun siap membuka penerbangan Kuala Lumpur - Banjarmasin (direct). Keseriusan AirAsia sudah disampaikan ke pihak manajemen Bandara Syamsudin Noor.

Berdasarkan laporan Project Manager PPBDJ Dadang Dian Hendiana, paket 1 pembangunan gedung terminal dan fasilitas penunjang Bandara Syamsudin Noor yang baru waktu pekerjaan terhitung 7 Mei 2018 sampai 28 Oktober 2019. 

Sementara paket 2 pembangunan infrastruktur, bangunan penunjang dan perluasa apron lama pengerjaan 16 Maret 2017 sampai 31 Juli 2019.

Adapun untuk konsep pengembangan dari bandara saat ini luas 9.043 meter persegi dan kapasitas 1,5 juta penumpang pertahun menjadi luas 77.562 meter persegi dan kapasitas 7 juta penumpang pertahun.

Pewarta: Firman

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2019