Tanjung - (Antaranews Kalsel) - Guru kurikulum SMA Negeri 2 Tanjung, Hidayat, mengatakan, soal pelajaran MIPA yang dilakukan pada uji coba ujian nasional beberapa waktu lalu cukup sulit.

Hal tersebut menyebabkan hasil try  out siswa menjadi anjlok atau tidak sesuai dengan harapan.

"Anloknya hasil uji coba tingkat SMA beberapa waktu lalu, disebabkan soal yang disodorkan tak sesuai dengan standar kompetensi kelulusan (SKL) khususnya untuk mata pelajara MIPA," katanya. 

Selain tak sesuai SKL, tambah dia, tingkat kesulitannya juga cukup tinggi sehingga hasilnya tak sesuai harapan.

Sementara itu, Rabu (3/4) sebanyak 4.530 siswa sekolah dasar mengikuti uji coba yang dilaksanakan dinas pendidikan Tabalong bekerjasama dengan primagama.

Rencananya Kamis (4/4) uji coba tahap dua untuk tingkat SMP dilaksanakan di masing-masing sekolah. 

Sejumlah orangtua murid pun berharap pelaksanaan uji coba tahap dua benar-benar dmanfaatkan sebagai ajang latihan bagi para siswa sehingga lebih siap dalam menghadapi ujian nasional. 

"Makin sering dilatih tentunya kemampuan siswa juga bertambah karena itu adanya uji coba atau try out bisa jadi bekal untuk menghadapi ujian nasional agar hasilnya lebih memuaskan," ujar Tati salah satu orang tua murid. 

Seperti tahun sebelumnya, kriteria kelulusan bukan hanya dari hasil UN namun diperhitungkan rata-rata semua mata pelajaran minimal 5,5 dan nilai setiap mata pelajaran minimal 4.0.nilai. 

Sedangkan nilai  akhir ujian diambil 60 persen  dari ujian sekolah/nasional dan 40 persen dari rata-rata nilai rapor.

Pewarta: Herlina Lasmianti

Editor : Asmuni Kadri


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2013