Usaha kecil menengah (UKM) asal Yogyakarta mengunggulkan berbagai produk kerajinan berbahan kayu jati dan sonokeling pada kegiatan Pekan Raya Jakarta atau Jakarta Fair Kemayoran 2019.

"Hampir semua produk yang kami jual ini berbahan utama kayu," kata Andi salah seorang pelaku UKM Yogyakarta di lokasi stan Pekan Raya Jakarta, Senin.

Ia mengatakan berbagai kerajinan itu sengaja dibuat berbahan dasar kayu jati dan sonokeling karena dianggap memiliki pangsa pasar tersendiri.

Hasil-hasil kerajinan yang dijual seperti kacamata, kotak rokok, celengan, asbak rokok, tempat peralatan alat tulis kantor dan lain sebagainya.

Namun, kata dia, dari berbagai macam kerajinan yang terbuat dari kayu itu, kotak korek zippo dan kotak rokok paling banyak diminati konsumen.

Terkait harga dijual dengan bervariatif seperti kotak korek zippo dijual Rp90.000 hingga Rp120.000, celengan terbuat dari batok kelapa Rp50.000 dan kacamata Rp500.000.

"Kacamata memang agak mahal, namun sesuai lah dengan kualitas yang didapatkan konsumen," ujarnya.

Ketika ditanya jual beli selama mengikuti PRJ, pria bernama lengkap Andi Aribowo itu mengaku belum bisa mengkalkulasikannya karena masih berjalan.

Namun, lanjut dia, PRJ 2018 lalu ia bisa memperoleh jual beli antara Rp8 juta hingga 12 juta selama 10 hari di stan yang telah disediakan panitia.

Sementara itu Zul, salah seorang calon konsumen mengatakan cukup tertarik dengan aneka kerajinan berbahan kayu yang tersedia di stan UKM Yogyakarta tersebut.

Menurut dia, aneka kerajinan berbahan kayu itu cukup menarik dan bisa dijadikan sebagai cendera mata bagi konsumen sehingga tidak perlu lagi belanja ke Yogyakarta.

Pesta rakyat Pekan Raya Jakarta digelar 22 Mei hingga 30 Juni 2019 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat dengan mengusung tema Jakarta Fair Indonesia Bersatu.

Jakarta Fair Kemayoran 2019 diikuti 2.700 perusahaan peserta dalam 1.500 stan yang memamerkan berbagai produk dari berbagai skala usaha, mulai dari perusahaan multinasional hingga usaha kecil menengah.

Pewarta: Muhammad Zulfikar

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2019