Jalan Nasional Rusak Mengancam Terhambatnya Distribusi Barang

  • Kamis, 22 April 2021 14:54

Sejumlah truk mengantre untuk melintas di jalan Gubernur Syarkawi di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Kamis (22/4/2021). Pasca bencana alam banjir, ruas jalan nasional yang menghubungkan Provinsi Kalimantan Selatan dengan Provinsi Kalimantan Tengah itu masih mengalami kerusakan sehingga berpotensi menghambat distribusi barang di saat meningkatnya kebutuhan masyarakat jelang lebaran. Foto Antaranews Kalsel/Bayu Pratama S.

Sejumlah pekerja memperbaiki Jalan Gubernur Syarkawi yang rusak di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Kamis (22/4/2021). Pasca bencana alam banjir, ruas jalan nasional yang menghubungkan Provinsi Kalimantan Selatan dengan Provinsi Kalimantan Tengah itu masih mengalami kerusakan sehingga berpotensi menghambat distribusi barang di saat meningkatnya kebutuhan masyarakat jelang lebaran. Foto Antaranews Kalsel/Bayu Pratama S.

Seorang warga menyiram ruas jalan Gubernur Syarkawi yang berdebu di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Kamis (22/4/2021). Pasca bencana alam banjir, ruas jalan nasional yang menghubungkan Provinsi Kalimantan Selatan dengan Provinsi Kalimantan Tengah itu masih mengalami kerusakan sehingga berpotensi menghambat distribusi barang di saat meningkatnya kebutuhan masyarakat jelang lebaran. Foto Antaranews Kalsel/Bayu Pratama S.

Sejumlah pekerja memperbaiki jalan Gubernur Syarkawi yang rusak di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Kamis (22/4/2021). Pasca bencana alam banjir, ruas jalan nasional yang menghubungkan Provinsi Kalimantan Selatan dengan Provinsi Kalimantan Tengah itu masih mengalami kerusakan sehingga berpotensi menghambat distribusi barang di saat meningkatnya kebutuhan masyarakat jelang lebaran. Foto Antaranews Kalsel/Bayu Pratama S.

Truk melintas di Jalan Gubernur Syarkawi yang rusak di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Kamis (22/4/2021). Pasca bencana alam banjir, ruas jalan nasional yang menghubungkan Provinsi Kalimantan Selatan dengan Provinsi Kalimantan Tengah itu masih mengalami kerusakan sehingga berpotensi menghambat distribusi barang di saat meningkatnya kebutuhan masyarakat jelang lebaran. Foto Antaranews Kalsel/Bayu Pratama S.

Berita Terkait