Permintaan Madu Lebah Kelulut Meningkat

  • Rabu, 9 September 2020 15:00

Peternak menunjukkan sarang madu lebah kelulut yang siap di panen di Dusun Alimpung, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Rabu (9/9/2020). Peternak mengakui, di tengah pandemi COVID-19 saat ini permintaan madu lebah kelulut hasil budidaya dan dikelola secara kelompok atau perorangan tersebut meningkat karena bermanfaat menjaga daya tahan tubuh. Madu tersebut dijual dengan harga Rp50 ribu per 100 mililiter. Foto Antaranews Kalsel/Bayu Pratama S.

Peternak memanen madu lebah kelulut di Dusun Alimpung, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Rabu (9/9/2020). Peternak mengakui, di tengah pandemi COVID-19 saat ini permintaan madu lebah kelulut hasil budidaya dan dikelola secara kelompok atau perorangan tersebut meningkat karena bermanfaat menjaga daya tahan tubuh. Madu tersebut dijual dengan harga Rp50 ribu per 100 mililiter. Foto Antaranews Kalsel/Bayu Pratama S.

Peternak menunjukkan madu lebah kelulut di Dusun Alimpung, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Senin (7/9/2020). Peternak mengakui, di tengah pandemi COVID-19 saat ini permintaan madu lebah kelulut hasil budidaya dan dikelola secara kelompok atau perorangan tersebut meningkat karena bermanfaat menjaga daya tahan tubuh. Madu tersebut dijual dengan harga Rp50 ribu per 100 mililiter. Foto Antaranews Kalsel/Bayu Pratama S.

Peternak memanen madu lebah kelulut di Dusun Alimpung, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Rabu (9/9/2020). Peternak mengakui, di tengah pandemi COVID-19 saat ini permintaan madu lebah kelulut hasil budidaya dan dikelola secara kelompok atau perorangan tersebut meningkat karena bermanfaat menjaga daya tahan tubuh. Madu tersebut dijual dengan harga Rp50 ribu per 100 mililiter. Foto Antaranews Kalsel/Bayu Pratama S.

Berita Terkait