Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Kalimantan Maurids H Damanik di Banjarmasin, Kamis, mengatakan selama 2012 kredit yang disalurkan kepada peternakan sapi potong cukup tinggi.
Hal itu dilakukan, tambah dia, sebagai salah satu upaya perbankan untuk membantu program pemerintah dalam swasembada daging 2014.
"Melalui peningkatan penyaluran kredit pengembangan sapi potong tersebut, kami harapkan mampu mendongkrak persediaan daging sapi lokal Kalsel," katanya.
Upaya tersebut, kata dia, telah membuahkan hasil, hingga kini harga daging sapi di Kalsel relatif stabil karena stok cukup melimpah, kondisi tersebut berbeda dengan beberapa daerah lain di Indonesia yang saat ini harganya melonjak signifikan.
Menurut dia, harga daging sapi di daerah lain naik setelah adanya pembatasan kuota daging impor.
"Khusus di Kalsel masyarakat tidak perlu khawatir, karena stok daging sapi di pedagang melimpah," katanya.
Ia mengatakan, dari hasil pantauan Bank Indonesia pada beberapa pasar tradisonal dan modern di Banjarmasdin, harga daging sapi di Kalsel paling tinggi mencapai Rp100 ribu/kg, relatif stabil apabila dibandingkan bulan sebelumnya.
Tingkat konsumsi daging sapi masyarakat Kalsel, tambah dia, lebih rendah dari tingkat konsumsi komoditas ikan segar.
Hal itu terjadi karena peningkatan konsumsi daging sapi hanya terjadi pada hari-hari besar keagamaan.
"Pantauan kami di lapangan juga menunjukkan bahwa pasokan daging sapi baik lokal maupun luar Kalsel masih normal," katanya.
Ia mengatakan, bahkan pasokan daging tersebut cenderung melimpah, sehingga kebutuhan masyarakat Banjarmasin pasti terpenuhi.
Kepala Divisi Ekonomi Moneter BI Wilayah Kalimantan Doriyanto mengatakan, stabilnya harga daging sapi di Kalsel juga dipengaruhi oleh terjaganya produksi sapi di wilayah ini.
Tingginya penyaluran kredit pada usaha peternakan sapi Kalsel selama 2012 juga telah membantu para peternak untuk berproduksi lebih optimal.
Meskipun demikian, kata Doriyanto, sinergi Pemrov Kalsel melalui TPID tetap perlu digalakkan, sehingga ketersediaan komoditas ini tetap terkendali dan para pedagang diharapkan tidak ikut-ikutan menaikkan harga.
: Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.