Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, melalui Badan Lingkungan Hidup Daerah akan melakukan penutupan sampah di Tempat pembuangan Akhir (TPA) Basirih dengan plastik yang dirancang khusus untuk penanggulangan dampak sampah.
"Sampah akan ditutup dengan menggunakan plastik yang dirancang khusus agar mudah terurai dan membusuk bersama sampah dalamnya," kata Kepala Badan Lingkungan hidup Daerah (BLHD) Kota Banjarmasin, H Hamdi kepada wartawan, Senin.
Direncanakan 19-20 Februari 2013, tim ahli dari Kementerian Lingkungan Hidup (Kemen LH), akan mulai melakukan uji coba pemasangan teknologi baru tersebut.
Dengan demikian diharapkan mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh tumpukan sampah yang ada di TPA, seperti serangan lalat dan masalah bau yang kerap mengganggu warga sekitar TPA.
"Untuk tahap awal ini, BLHD akan dibantu tim Kemen LH, Jika berhasil, kemungkinan bisa membeli plastik tersebut," ungkapnya.
Hamdi menjelaskan, secara logika penutupan sampah menggunakan pelastik memang tidak masuk dalam standar pengelolaan sampah yang baik.
Sebab penggunaan plastik justru akan memperlambat proses pembusukan sampah dan plastik sendiri juga dapat menimbulkan pencemaran dan lambat mengurai.
Tetapi dengan teknologi yang sekarang plastik yang diberikan oleh Kemen LH tersebut, persoalan menjadi beda, karena dirancang khusus untuk itu, sehingga dampak akibat sampah di TPA bisa diminimalkan dan diatasi.
Berdasarkan catatan, TPA di Basirih sering menjadi keluhan warga karena tumpukan sampah sekitar 700 meterkubik per hari itu sering menimbulkan bau kurang sedap bagi warga di lingkungannya. C
TPA Basirih Ditutup Plastik
Senin, 11 Februari 2013 19:48 WIB
Sampah di TPA Basirih. (net.)
