Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin mengatakan penyerapan dana APBD 2012 hanya 85 persen antara lain disebabkan karena rencana pembangunan terkendala pembebasan lahan.


"Beberapa proyek sekala besar seperti rencana pembangunan pusat olahraga tidak bisa direalisasikan, karena terkendala belum tuntasnya pembebasan lahan," kata Gubernur Rudy Ariffin, menjawab pers, usai pelantikan pejabat eselon II di Mahligai Pancasila, Selasa.

Selain itu, kata dia, ada beberapa proyek yang belum bisa diselesaikan tepat waktu, sehingga pelunasan keuangan belum bisa dilakukan atau kontraktor pembangunan belum bisa mencairkan dananya secara penuh.

Keterlambatan dan tertundanya pembangunan tersebut, tambah dia, akan dilanjutkan dan diselesaikan pada 2013 sebagaimana RAPBD yang telah ditetapkan.

Banyaknya proyek yang belum bisa dilaksanakan tersebut, tambah dia, membuat dana lebih APBD atau Silpa Pemprov Kalsel mencapai Rp1,1 triliun, jumlah tersebut lebih besar dibanding 2011 karena penyerapan dana pada saat itu mampu mencapai di atas 90 persen.

"Jadi pada 2013 ini APBD kita mencapai Rp5 triliun, semoga dengan lebih cepatnya pelaksanaan lelang, penyerapan dana akan lebih maksimal," katanya.

Kepala Biro Keuangan Pemprov Kalsel Muhamad Syah Jehan mengatakan, diharapkan pada triwulan pertama seluruh dinas di Pemprov Kalsel mampu melakukan penyerapan dana hingga 15 persen dari total anggaran yang diterima.

"Kalau sebelumnya, pada semester pertama seperti saat ini penyerapannya selalu di bawah 10 persen dan baru pada akhir semester terjadi progres penyerapan dana cukup tinggi," katanya.

Sedangkan untuk kabupaten dan kota, kata dia, dari 13 kabupaten dan kota hanya dua kabupaten yang belum menyampaikan RAPBDnya untuk dievaluasi oleh Pemerintah Provinsi Kalsel, karena sedang dalam tahap pembahasan.

Kedua kabupaten tersebut adalah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dan Hulu Sungai Tengah (HST), diharapkan pada awal tahun ini juga RAPBD kedua kabupaten tersebut bisa dituntaskan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah II Kalimantan Khairil Anwar mengatakan, belanja masyarakat dan belanja pemerintah akan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi Kalsel yang cukup signifikan pada semester pertama, sebelum kondisi perekonomian global membaik.

"Pertumbuhan ekonomi Kalsel akan sangat bergantung pada belanja pemerintah, sehingga perputaran ekonomi masyarakat bisa berjalan dengan baik, terutama pada semester pertama," katanya.

Diprediksi, harga batu bara dan komoditas ekspor lainnya akan kembali pulih pada semester kedua./D.



Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026