Hal tersebut disampaikan Kepala Cabang PT Dharma Lautan Utama Kalimantan Selatan Budiono dihubungi dari Banjarmasin, Senin.
Menurut dia, pada hari ini kapal milik PT Primavista mulai berlayar dari Surabaya dan diperkirakan tiba di Pelabuhan Trisakti pada Selasa (18/1).
Selanjutnya, kata dia, KM Kumala milik PT Dharma Lautan Utama pada Selasa (18/1) berangkat dari Surabaya dan tiba di Trisakti pada Rabu (19/1).
"Pada dasarnya tidak ada larangan untuk kapal Roro melakukan pelayaran tetapi karena gelombang cukup tinggi terpaksa kita tidak berangkat," katanya.
Akibat tidak adanya kapal yang berangkat dari Surabaya ke Banjarmasin sejak sepekan terakhir harga sayur mayur di pasar tradisional melonjak tajam terutama wortel, kol, cabai dan beberapa jenis sayur lainnya.
"Harga kol yang sebelumnya Rp7.000 perkilogram kini naik menjadi Rp15.000u perkilogram," kata Taufik, pedagang sayur.
Kenaikan terjadi karena sayur mayur yang biasanya diangkut dengan kapal kini terpaksa dinaikkan pesawat sehingga ongkos kirim naik hingga berkali-kali lipat.
Mamak Dedy pedagang besar bawang merah mengatakan, sejak satu minggu terakhir kapal pengangkut bawang dari Surabaya tertahan di Gresik.
"Akibatnya kini bawang mulai kosong karena kita hanya mengandalkan bawang dari Sulawesi," katanya.
Karena persediaan mulai menipis, kata dia, dalam setiap hari harga bawang juga merangkak naik dari sebelumnya tidak lebih dari Rp17.000 kini sudah menembus di atas Rp20.000 perkilogram.
Selain memacetkan jalur distribusi barang dari Surabaya, puluhan truk kini juga masih tertahan di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.
Kondisi tersebut membuat para sopir banyak mengalami kerugian, selain waktu juga biaya hidup selama menunggu kedatangan kapal.
Sebelumnya, pelayaran dari Surabaya ke Banjarmasin dan sebaliknya dalam satu pekan terakhir terhenti akibat gelombang laut yang mencapai 3-5 meter.(B/A)
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.