Jumlah penumpang yang datang relatif berimbang dengan keberangkatan menuju Surabaya yang juga berada pada kisaran serupa, sehingga arus dua arah masih terkendali,”
Banjarmasin (ANTARA) - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mencatat arus balik di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin mulai terjadi pergerakan pada H+4 Lebaran 2026 atau 25 Maret dengan kedatangan 1.009 penumpang KM Dharma Rucitra I dari Pelabuhan Surabaya, Jawa Timur.
Kepala KSOP Kelas I Banjarmasin Heri Purwanto di Banjarmasin, Rabu mengatakan, pergerakan tersebut menjadi indikator awal dimulainya fase arus balik di sektor transportasi laut, dengan catatan sekitar 9,22 persen dari total arus mudik yang sebelumnya mencapai 10.950 penumpang.
“Jumlah penumpang yang datang relatif berimbang dengan keberangkatan menuju Surabaya yang juga berada pada kisaran serupa, sehingga arus dua arah masih terkendali,” katanya.
Baca juga: DLU Banjarmasin tuntas antarkan ribuan pemudik ke Surabaya
Menurut Heri, pola arus balik tahun ini cenderung tidak langsung melonjak pada fase awal, berbeda dengan kecenderungan tahun sebelumnya yang lebih cepat meningkat.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi kebijakan kerja fleksibel atau work from anywhere (WFA) yang membuat masyarakat memiliki keleluasaan dalam menentukan waktu kembali setelah libur Lebaran.
“Dengan fleksibilitas ini, masyarakat tidak terburu-buru kembali sehingga arus balik menyebar dan tidak menumpuk di awal,” ucapnya.
Baca juga: 10.950 pemudik berangkat ke Pulau Jawa hingga H-1 Lebaran
KSOP Banjarmasin memproyeksikan puncak arus balik akan terjadi pada akhir pekan atau pada Sabtu (28/3), dengan peningkatan kedatangan signifikan diperkirakan berlangsung pada hari berikutnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, KSOP bersama instansi terkait mengoperasikan posko terpadu selama 24 jam guna memastikan kelancaran pelayanan, pengaturan arus, dan keselamatan pelayaran.
“Kami siaga penuh agar seluruh penumpang dapat terlayani dengan baik, aman, dan nyaman tanpa terjadi penumpukan di terminal,” ujar Heri.
Ia juga mengingatkan penumpang agar mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku, termasuk aturan barang bawaan dan prosedur keselamatan selama berada di pelabuhan maupun di atas kapal.
Salah seorang penumpang arus balik, Warno, mengaku perjalanan dari Kabupaten Demak, Jawa Tengah menuju Kalimantan berlangsung lancar tanpa hambatan berarti.
“Perjalanan aman, gelombang relatif tenang, dan pelayanan petugas juga baik,” katanya.
Baca juga: KSOP Banjarmasin kerahkan enam kapal roro untuk mudik Lebaran
Warno yang bekerja di Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah itu mengatakan dirinya kembali untuk mempersiapkan aktivitas kerja setelah masa libur Lebaran berakhir.
“Perjalanan tahun ini menjadi momen berkesan karena merupakan kali pertama kembali ke kampung halaman setelah bertahun-tahun merantau ke Kalimantan sejak mengikuti program transmigrasi pada 2013,” ujar Warno.
Pewarta: Tumpal Andani AritonangEditor : Firman
COPYRIGHT © ANTARA 2026