"Aspek pemasaran merupakan terpenting dalam perkembangan industri kerajinan masyarakat karena jika pemasaran lancar maka suatu usaha industri kerajinan akan berkembang dengan sendirinya, karena itu kemasan harus menarik" Ujar Pelaksana tugas Sekteraris Daerah (Plt. Sekda) HSU drh H Suyudi, di Amuntai, Kamis.
Untuk memperluas pemasaran ini, lanjutnya harus didukung dengan peningkatan kualitas produk yang ditunjang dengan promosi dan kemasan
yang menarik agar lebih mampu bersaing.
"Masalahnya kemasan produk kerajinan kita masih kurang berkualitas, meski produk yang kita jual sudah semakin baik mutunya" keluh Suyudi, saat pelatihan teknis pelaku IKM.
Karena itu, Pemerintah Daerah berharap sekitar 40 orang pelaku IKM yang mengikuti pelatihan teknis kemasan selama sepekan yang
diselenggarakan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Kuperindag) HSU, bisa mendalamimasalah kemasan ini agar produksi yang dibuah semenarik mungkin.
Suyudi meminta instruktur juga memberikan pengetahuan kepada peserta tentang manajemen dan strategi pemasaran sehingga kedepan IKM di daerah itu semakin berkembang.
Melalui pelatihan teknis kemasan ini, pelaku IKM juga akan mendapat pengetahuan tentang kemasan yang murah, aman dan sesuai untuk jenis dan bentuk
produk yang dijual.
"Hendaknya kemasan yang digunakan benar-benar aman bagi kesehatan dan mencantumkan kadaluarsa karena produk industri kerajinan ini turut membawa citra dan nama daerah di mata konsumen" tandas Suyudi.
Berdasarkan catatan HSU merupakan kawasan dengan komposisi pekerja industri kerajinan masyarakat terbesar di Kalimantan Selatan, yang produksinya bukan saja dipasarkan di Kalsel tetapi juga ke berbagai provinsi lain, seperti lampit rotan, meubel, kopiah, bordir dan lainnya.
: Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.