Harapan itu terungkap dalam rapat paripurna DPRD Kalsel, yang dipimpin ketuanya Nasib Alamsyah, di Banjarmasin, Senin, dengan agenda pengambilan keputusan persetujuan RAPBD provinsi tersebut tahun 2013.
Seiring kenaikan APBD Kalsel 2013, Badan Anggaran (Banggar) DPRD tersebut, mengharapkan, Pemprov setempat mampu meningkatkan rangking IPM provinsinya, bukan cuma pada IPM semata.
"Dengan adanya dukungan anggaran yang memadai pada variabel-variabel yang mempengeruhi angka IPM, maka Pemprov setempat harus mampu meningkatkan rangkang IPM," tandas Badang Anggara DPRD Kalsel melalui juru bicaranya H Husaini Aliman.
Dalam laporan terhadap Raperda APBD 2013, Banggar DPRD Kalsel juga mengharapkan, Pemeprov setempat agar menuntaskan program wajib belajar (wajar) sembilan tahun dan melaksanakan program wajar 12 tahun, serta meningkatkan mutu pendidikan masyaraktnya.
"Terhadap dana urusan pendidikan yang mencapai 20 persen dari APBD diharapkan benar-benar mampu menuntaskan program wajar sembilan tahun dan melaksanakan wajar 12 tahun, serta meningkatkan mutu pendidikan bagi masyarakat Kalsel," tandas wakil rakyat tersebut.
Begitu pula bidang kesehatan yang anggarannya mencapai 13 persen dari total belanja dalam APBD, diharapkan mampu meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan.
Sarana dan prasarana dimaksud, seperti Puskesmas maupun rumah sakit, sehingga dapat menekan angka kematian ibu dan angka kematian bayi, serta secara umum dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kalsel.
Dengan peningkatan APBD Kalsel 2013, Banggar juga mengharapkan, Pemprov setempat agar terus melakukan pemutakhiran data kependudukan di provinsinya, sehingga mendapatkan gambaran yang benar-benar ukurat terhadap jumlah maupun domisili penduduk miskin.
Pemutakhiran data kependudukan secara akurat tersebut, penting, sehingga dalam penganggaran bantuan melalui program-program yang sifatnya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat miskin dapat tepat sasaran.
Menanggapi saran dan harapan Banggar itu, Gubernur Kalsel dalam sambutannya selain menyampaikan terima kasih atas persetujuan RAPBD 2013 untuk menjadi APBD, juga menyatakan, akan memperhatikan serta menjadikan masukan.
"Terhadap saran dan masukan dari dewan, kami akan memperhatikan dan menjadi pedoman dalam mengambil kebijakan serta menyusun dan melaksanakan berbagai program dan kegiatan selanjutnya," demikian Rudy Ariffin.
Secara umum RAPBD Kalsel 2013 itu terdiri pendapatan Rp4.326.231.036.000,00 atau bertambah Rp47 milir lebih dari rancangan semula yang hanya Rp4,2 triliun lebih.
Pendapatan pada RAPBD 2013 itu meningkat 45,81 persen dibandingkan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Murni 2012, ungkap Badan Anggaran DPRD Kalsel melalui juru bicaranya H Husaini Aliman.
Kemudian anggaran belanja Rp4.551.706.036.000,00 atau mengalami kenaikan sekitar 44,88 persen bila dibandingkan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Murni 2012.C
: Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.