Menurut koordinator penanggulangan penyakit akibat gigitan hewan, Dinkes Tabalong, Wasul Falah, Selasa, tahun ini pemberian obat filaria di tujuh kecamatan.
Filaria dibagikan di Kecamatan Pugaan, Haruai, Murung Pudak, Tanjung, Banua Kelua dan Jaro yang melibatkan 10 Puskesmas.
"Pemberian obat filaria atau kaki gajah kita laksanakan sejak 2004 dan tiga tahun terakhir disebarkan di tujuh kecamatan," kata Wasul di Tanjung, ibu kota Tabalong.
Sebagai salah satu penyakit menular, penyebaran penyakit gajah di Bumi Saraba Kawa ini cukup tinggi karena itu masyarakat diharapkan kesadarannya untuk menerapkan pola hidup bersih.
Mengingat nyamuk pembawa virus kaki gajah atau filaria mudah berkembang di tempat yang kotor dan kumuh khususnya daerah padat penduduk.
Di Tabalong, lima kecamatan merupakan daerah endemis penyakit kaki gajah, yakni Kecamatan Tanta, Upau, Murung Pudak, Haruai dan Jaro.
"Selain membagikan obat filaria, Dinas kesehatan juga memberikan penyuluhan kepada masyarakat untuk membiasakan pola hidup bersih," kata Wasul.
Selain menjadi daerah endemis kaki gajah, sejumlah kecamatan di Tabalong termasuk zona merah penyakit malaria serta masuk KLB untuk penyakit demam berdarah. C
: Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.