Ketua Silahturahmi Jawa Kalimantan, Soehardjo di Banjarmasin, Kamis mengatakan, acara tersebut dimulai pada Rabu (14/11) sekitar pukul 21.00 Wita hingga selesai.
Acara silahturahim Jawa Kalimantan itu dilaksanakan dan digelar untuk mempererat tali persaudaraan antara warga Jawa yang tinggal di Kalimantan Selatan.
Bukan itu saja, menurut dia, terciptanya perkumpulan itu untuk mewadahi aspirasi rumpun orang-orang Jawa yang tinggal di Kalimantan agar bisa lebih berperan dalam pembangunan.
"`SI JAKA` itu didirikan pada 2007 yang mana pendirian perkumpulan itu dilakukan oleh para tokoh Jawa yang ada di Banjarmasin, Banjarbaru, Barito Kuala dan Tanah Laut," katanya.
Soehardjo mengatakan, "SI JAKA" ini harus memiliki dedikasi untuk bisa berpartisipasi positif bagi kemajuan pembangunan di Kalimantan dan pembangunan nasional pada umumnya.
Bukan itu saja, dalam acara itu juga turut diingatkan kepada warga Jawa yang ada di Kalimantan agar selalu sejalan dengan kemajuan zaman. Komunitas Jawa hendaknya meningkatkan aktualisasi semangat "dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung".
"Warga Jawa yang menetap dan tinggal di Kalimantan sudah mencapai ribuan orang dan kehadiran mereka telah membantu terciptanya pembangunan di Kalimantan Selatan ini" katanya.
Dia mengatakan, etos kerja dan budaya pertisipatif warga Jawa di bumi Kalimantan Selatan harus terus ditumbuhkembangkan, dibina dan digairahkan sebagai bentuk sosial kemasyarakatan untuk memberi manfaat ke sesama dan berguna bagi alam sekitarnya.
Menurut Soehardjo, eksitensi orang Jawa di bumi Antasari sudah ada dari dimensi peradaban dan merupakan totalitas yang diterima dan diakui telah memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan dinamisasi masyarakat setempat dari dulu hingga sekarang.
"Untuk itu diingatkan kembali agar orang Jawa di Kalimantan khusus Kalimantan Selatan agar selalu dan terus mempererat silahturahim dengan lingkungan sekitar dan jangan pernah ada perselisihan antarsesama," kata.
Pada HUT ke-5 "SI JAKA", hadir Gubenur Kalsel yang diwakili oleh Staf Ahli Pemerintahan Nisfuani, Dandim 1007 Banjarmasin serta para tokoh Jawa yang ada di Kalimantan.
Acara HUT itu juga mempertunjukan kesenian Jawa campur sari dan kesenian Banjarmasin berupa Madihin. Warga Jawa yang hadir untuk memeriahkan HUT ke-5 "SI JAKA" mencapai ratusan orang.
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.