Keinginan Pemkab Hulu Sungai Tengah terungkap pada ekspos kajian potensi lahan rawa PT Sadhya Grahacara, di Barabai, Senin.
Ketua Tim Kajian Dodot Wahyuddin mengatakan, tim-nya akan melakukan kajian di tiga kecamatan yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang memiliki potensi lahan rawa.
Seperti, Kecamatan Labuan Amas Utara (LAU), Labuan Amas Selatan (LAS) dan Pandawan.
"Pertama-tama tim akan melakukan oservasi lapang, survei dan wawancara hingga pengolahan data," katanya.
Dari situ, lanjut Dodot, nantinya akan didapatkan data dan hasil kajian geospasial wilayah, sifat iklim dan hidrologi, sifat dan kualitas tanah dan air, tutupan dan penggunaan lahan dan keanekaragaman hayati yang ada di wilayah kajian.
Termasuk juga mata pencaharian penduduk, kondisi infrastruktur hingga kelembagaan masyarakatnya.
"Hasil akhirnya nanti, akan diketahui kawasan atau wilayah mana saja yang potensial untuk dikembangkan untuk perkebunan," katanya.
Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Hulu Sungai Tengah Syaiful Bahri menjelaskan, rencana membuka kebun kelapa sawit itu sudah ada sejak tahun 2011.
"Memang sempat menimbulkan pro dan kontra, antara yang mendukung dengan yang menolak rencana tersebut," katanya.
Wajar, kata dia, karena komoditas kelapa sawit memang hal yang baru di mata warga.
"Kita lihat dulu kajian ilmiah khususnya potensi lahan rawa di tiga kecamatan tersebut," katanya.
"Jika memang hasilnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kenapa tidak?," tambahnya.
Menurut dia, rencana pembukaan lahan perkebunan sawit tersebut hendaknya jangan dulu dianggap keputusan final.
"Banyak yang menanggapi miring rencana tersebut sebelum melihat hasilnya," katanya.C
: Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.